Menyimpan Kisah Pilu Masa Lalu, Tembok Berlin Dibenci Sekaligus Dirindu
Sebagai destinasi wisata, Tembok Berlin (dalam bahasa Jerman: Berliner Mauer) menyimpan sejarah panjang
TRIBUNJATENG.COM - Sebagai destinasi wisata, Tembok Berlin (dalam bahasa Jerman: Berliner Mauer) menyimpan sejarah panjang.
Tembok Berlin dibangun oleh pemerintahan komunis Jerman Timur di bawah pimpinan Walter Ulbricht pada 13 Agustus 1961.
Awalnya, tembok ini hanya kawat berduri yang direntangkan sepanjang 155 kilometer di perbatasan Berlin Timur dengan Berlin Barat.
Kemudian dibangun tembok beton permanen dengan kawat berduri di atasnya.
Lantas Tembok Berlin semakin diperkokoh dengan dibangunnya tembok lapis kedua yang terbuat dari beton dengan tinggi 4 meter.
Pembangunan tembok ini bersamaan dengan pembangunan 300 menara pengawas dengan senjata lengkap, 30 bunker, beberapa pos perbatasan serta pagar sinyal yang bisa mendeteksi penyeberang.
Setelah Tembok Berlin dibangun, akses warga Berlin Timur ke Berlin Barat semakin sulit.
Pemeriksaan ketat dilakukan melalui Checkpoint Charlie.
Namun demikian, masih banyak juga warga Berlin Timur yang mencoba menerobos tembok pembatas tersebut demi menemukan kebebasan di Berlin Barat.
Untuk melihat tempat dimana Tembok Berlin masih kokoh, dilengkapi menara pengawas, wisatawan bisa mendatangi Berlin Wall Memorial (dalam bahasa Jerman: Gedenkstäätte Berliner Mauer) di Bernauer Straße.
Saat KompasTravel bersama rombongan media Scoot yang mengikuti penerbangan Singapura-Berlin, Kamis (21/6/2018), mengunjungi Berlin Wall Memorial ternyata tempat ini memiliki pusat dokumentasi, gardu pandang, dan taman memorial.
Sekitar 30 meter tembok dipenuhi hamparan pasir coklat muda, menara jaga, kawat berduri, dan dua lapis tembok lagi di baliknya.
Anda bisa mengintip melalui celah-celah tembok untuk melihat hamparan pasir, barikade kawat berduri dan menara pandang.
Ada juga kotak-kotak untuk meletakkan karangan bunga guna mengenang para korban yang tewas karena berusaha menerobos Tembok Berlin.
Sementara dari lantai lima gardu pandang yang ada di seberang tembok, wisatawan bisa melihat barikade kawat berduri yang dipasang Berlin Timur untuk mencegah penduduknya melarikan diri ke Berlin Barat.
Selama Jerman dipisah oleh Tembok Berlin, setidaknya 136 orang tewas saat ingin melarikan diri melewati tembok ini.
Di tempat ini, wisatawan masih bisa melihat sisa-sisa Tembok Berlin yang masih terawat baik. Sementara di pusat dokumentasi menyimpan banyak dokumentasi tentang sejarah Jerman dan Nazi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tembok Berlin, Dibenci Sekaligus Dirindu... "
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tembok-berlin-di-jerman-rabu-2162018_20180707_183958.jpg)