Ganjar Pranowo: Sebanyak 505 SKTM Sudah Dicoret dan Didiskualifikasi Panitia PPDB SMA/SMK
Berdasar data, Ganjar menyebut 505 SKTM sudah dicoret atau didiskualifikasi karena terindikasi palsu dan tidak sesuai kondisi sebenarnya.
Penulis: Daniel Ari Purnomo | Editor: Catur waskito Edy
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memperingatkan panitia Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dan pihak sekolah segera melakukan verifikasi data calon siswa yang menggunakan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Berdasar data, Ganjar menyebut 505 SKTM sudah dicoret atau didiskualifikasi karena terindikasi palsu dan tidak sesuai kondisi sebenarnya.
Data tersebut dimutakhirkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (8/7/2018) pukul 12.20 WIB.
"Kepada panitia atau guru atau kepala sekolah, segera verifikasi dan jangan ada yang main-main. Terima kasih," kata Ganjar, Senin (9/7/2018) siang.
Ganjar pula memperingatkan para orangtua calon siswa tetap mengutamakan kejujuran, terkait penggunaan SKTM sebagai tiket masuk sekolah.
"Jangan mengaku miskin agar dapat diterima di sekolah pilihan. Mari kita jujur pada diri sendiri dan calon siswa," imbuhnya.
Terpisah, Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) Dinas P dan K Jateng, Jasman Indratmo menuturkan angka pencoretan SKTM masih bisa bertambah.
"Ini lagi proses (verifikasi). Belum bisa saya laporkan. Tunggu nggih," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/suasana-ppdb-online-di-smpn-3-mranggen_20180706_001744.jpg)