Ditreskrimsus Polda Jateng Ungkap Penjualan Kosmetik Ilegal di Pedurungan Semarang

Gudang kosmetik ilegal kembali dibongkar di Pedurungan Semarang, 3 Juli lalu oleh Direkorat Reserse Kriminal Khusus

Ditreskrimsus Polda Jateng Ungkap Penjualan Kosmetik Ilegal di Pedurungan Semarang
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol Moh Hendra Suhartiyono menunjukan barang bukti di kantor Ditreskirmsu Srondol, Selasa (10/7) 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penyimpanan kosmetik ilegal kembali dibongkar di Pedurungan Semarang, 3 Juli lalu oleh Direkorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng.

Sebelumnya pada akhir mei BBPOM Semarang juga menyegel gudang obat kecantikan di Pedurungan, tepatnya di belakang Polsek Pedurungan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus, (Dirreskrimsus) Kombes Pol Moh Hendra Suhartiyono memaparkan pelaku yang diringkus saat ini berbeda dan tidak ada hubungannya dengan yang diringkus BBPOM.

"Ini bermula dari laporan masyarakat yang melakukan jual beli melalui online via instagram, setelah barang diterima ternyata tidak terdaftar BBPOM, setelah itu kami lacak dan kita beli ternyata memang benar 70 persen tidak memenuhi undang-undang konsumen," jelas Hendra dalam press rilis di kantor Ditreskrimsus, Srondol, Selasa (10/7/2017).

Mendapati hal tersebut mereka, kemudian melakukan penyelidikan dan membongkar gudang dan rumah pemiliknya yang berlokasi di Tlogosari.

"Kami amankan seorang tersangka berinisial HN dan sekarang sedang kami kembangkan siapa-siapa saja yang terlibat. Karena kalau dilihat dari barang buktinya ini tidak hanya melibatkan satu orang," ungkapnya.

Barang bukti yang disita adalah ratusan kardus besar berisi 158 jenis kosmetik mulai dari lipstik, pelembab, makeup, hingga serum yang disuntikkan.

"Dari keterangan tersangka barangnya didapat dari Jakarta, nah apakah di sana hasil impor atau diracik, itu yang masih kami selidiki, dari kemasannya sih ada yang bahasa cina," ungkapnya.

Sementara ini tersangka HN yang juga orang Semarang akan dijerat dengan undang undang kesehatan dengan ancaman pidana maksima 15 tahun dan denda Rp 1,5 Milyar.

Penulis: rival al-manaf
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved