Nenek Meninggal Mendadak Setelah Berhubungan Intim, Begini Pendapat Dokter
Usai bercinta dengan seorang pengemudi ojek online, seorang nenek merasakan sesak nafas hingga akhirnya meninggal dunia
Penulis: Puspita Dewi | Editor: abduh imanulhaq
Laporan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi
TRIBUNJATENG. COM- Meninggal mendadak usai bercinta memang hal yang sangat jarang terjadi.
Namun dalam dunia medis, hal itu lazim terjadi pada orang yang memiliki riwayat penyakit jantung.
Bercinta memang aktivitas yang cukup mengeluarkan banyak energi.
Padahal, penderita jantung sangat tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas berat tanpa adanya konsultasi dengan dokter.
Seperti halnya yang dialami oleh Nenek Ria Daeng Cahya (54). Ia meregang nyawa usai bercinta dengan pengemudi ojek online berinisial MA.
Dilansir dari Tribunpekanbaru.com, peristiwa naas itu terjadi di rumah Ria yang berada di Borong Raukang, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (6/7) kemarin.
Diceritakan oleh sang cucu, neneknya sempat berduaan di kamar bersama seorang pengemudi ojek online berinisial MA.
MA pun mengakui kebersamaan mereka.
Bahkan, rupanya pasangan bukan suami istri itu sempat melakukan hubungan seksual.
Diceritakan oleh MA, Ria mengeluh sesak nafas.
MA pun panik saat mendapati nafas nenek berusia 54 tahun itu tidak teratur.
Ia langsung memanggil cucu Ria untuk minta pertolongan.
Sambil menunggu kedatangan sang cucu, MA memberikan pertolongan pertama dengan menggosokkan bawang merah ke hidung Ria.
Namun pertolongan pertama itu tidak membantu.
Usai sng cucu tiba, Ria segera dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dan meninggal dunia.
Keluarga korban tidak terima. Mereka menghubungi pengurus lingkungan Borong Raukang, Taufik (35), kemudian melapor ke kantor polisi. MA pun diamankan.
Tribun Jateng menanyakan ke seorang Dokter Penyakit Dalam, dr Djamal Tahitoe, Sp.RM, ahli rehabilitasi medik dari RS Telogorejo menuturkan bahwa bagi penderita jantung, bercinta merupakan aktivitas yang perlu diperhatikan.
"Aktivitas seksual umumnya tidak berbahaya bagi penderita penyakit jantung, dengan catatan pasien harus rajin periksa ke dokter, agar bisa terkontrol. Atau bisa diperiksa sendiri di rumah dengan menghitung denyut nadi.
Dalam keadaan istirahat, normalnya seseorang memiliki 60-90 kali denyut per menit. Lebih dari itu, penderita tidak diperkenankan melakukan aktivitas yang berat termasuk bercinta," tutur dr Djamal kepada Tribunjateng.com usai ikuti senam jantung sehat bersama Yayasan Jantung Indonesia di halaman RS Telogorejo, Jalan KH Ahmad Dahlan, Semarang, Jawa Tengah.
Dokter Djamal menambahkan, ketakutan jantung berhenti mendadak saat bercinta bisa diminimalisir dengan posisi pasif, atau posisi-posisi bercinta yang tidak mengeluarkan banyak tenaga.
"Bagi penderita jantung, sebaiknya ia mengambil posisi pasif saat bercinta. Seperti posisi tidur, di mana penderita berada di bawah. Bisa juga posisi duduk dimana pasangan berada di atas penderita," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-selingkuh_20161220_150036.jpg)