Jadi Tersangka Lagi, Zumi Zola Terjerat Kasus Gratifikasi dan Ketok Palu

Zumi Zola tersangka lagi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyematkan status tersangka terhadap Zumi Zola, Selasa (10/7).

Jadi Tersangka Lagi, Zumi Zola Terjerat Kasus Gratifikasi dan Ketok Palu
tribunjambi
Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola berjalan keluar ruangan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (25/5/2018). KPK memeriksa Zumi Zola sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi sejumlah proyek di Provinsi Jambi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Zumi Zola tersangka lagi. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyematkan status tersangka terhadap Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola, Selasa (10/7).

Saat ini, Zumi Zola terlilit dua kasus korupsi yang ditangani KPK. Kasus pertama, Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka dugaan penerimaan gratifikasi. KPK mengumumkan penetapan tersangka itu pada 2 Februari 2018.

Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka bersama pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, Arfan. Zumi dan Arfan diduga menerima gratifikasi Rp 6 miliar dari beberapa kontraktor. Uang itu diduga diberikan sebagai "uang ketok palu" kepada anggota DPRD Jambi.

Baca: Inilah Reaksi Gubernur Jambi, Zumi Zola Saat KPK Resmi Menahan Dirinya

Selasa kemarin, KPK kembali mengumumkan penetapan status tersangka kepada Zumi Zola.

Mantan artis itu ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi pemberian hadiah atau janji terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Provinsi Jambi tahun anggaran 2017-2018.

"KPK meningkatkan kembali satu perkara ke penyidikan dengan tersangka ZZ (Zumi Zola Zulkifli) Gubernur Jambi periode 2016-2021," ujar Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa.

==============================
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyematkan status tersangka terhadap Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola, Selasa (10/7)
Zumi Zola menjadi tersangka baru kasus suap untuk DPRD Provinsi Jambi atau dikenal dengan sebutan uang ketok palu
Sebelumnya, pada 2 Februari 2018, KPK telah menetapkan Zumi Zola sebagai tersangka kasus gratifikasi
==============================

Penetapan tersangka Zumi merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya yang menjerat anggota DPRD Jambi 2014-2019, Supriyono, Plt Sekda Jambi, Erwan Malik, Plt Kepala Dinas PUPR Jambi, Arfan, dan Asisten Daerah 3 Jambi, Saipudin. Keempatnya telah divonis, tetapi tiga di antaranya mengajukan banding. Arfan, Erwan, dan Syaifudin mengajukan banding atas vonis tersebut, sementara Supriyono telah menerima vonis yang dijatuhkan majelis hakim.

Basaria menyebut, Zumi Zola mengetahui dan meyetujui terkait "uang ketok palu" tersebut. Zumi Zola juga meminta kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR, Arfan, dan Asisten Daerah II, Syaifuddin, untuk mencari uang agar mendapat pengesahan Raperda APBD Jambi 2018.

Selain itu, Zumi Zola diduga memerintahkan pengumpulan dana dari kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pinjaman pada pihak lain. Pengumpulan dana tersebut diketahui untuk menyuap anggota DPRD Jambi agar mengetuk palu APBDP Jambi 2018.

"Dari dana yang terkumpul, ARN (Arfan) melalui orang kepercayaannya telah memberikan kepada sejumlah anggota DPRD Jambi sekitar Rp 3,4 miliar," kata Basaria.

Serahkan uang

Sementara itu, seorang anggota DPRD Provinsi Jambi menyerahkan uang Rp 700 juta kepada KPK. Uang itu diduga sebagai uang suap yang diberikan Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola, dan pejabat lainnya kepada sejumlah anggota DPRD Jambi.

"KPK menerima pengembalian uang Rp 700 juta dari anggota DPRD. Uang ini jadi alat bukti dan sekarang dititipkan pada rekening penampungan KPK," ujar Basaria.

Menurut Basaria, diduga uang Rp 700 juta itu akan dibagikan untuk tujuh anggota DPRD Provinsi Jambi. Menurut KPK, uang itu terkait persetujuan DPRD terhadap pengesahan RAPBD Jambi tahun anggaran 2017-2018. (tribunjateng/cetak/kps/Tribunnews)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved