Breaking News:

Peserta PIRN XVII Teliti Limbah Kerajinan Batok Kelapa

Setelah dijadikan sebagai kerajinan pun batok masih menghasilkan limbah hasil pengerjaan.

Editor: galih permadi
ISTIMEWA
Peserta PIRN XVII teliti batok kelapa 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA – Batok kelapa yang merupakan limbah dari buah kelapa yang banyak dijumpai dan diremehkan oleh masyarakat ternyata bisa dijadikan produk yang memiliki nilai jual.

Setelah dijadikan sebagai kerajinan pun batok masih menghasilkan limbah hasil pengerjaan.

Dari sinilah peserta Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) ke XVII bidang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) melakukan penelitian terhadap limbah dari kerajinan batok kelapa yang bertempat di Kelurahan Purbalingga Wetan tepatnya di Rt 01/01. 

Ternyata dari limbah kerajinan batok tersebut, para peserta ini mengamati serbuk kayu pohon dan batok kelapa ternyata mampu dijadikan sebagai media tanam.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Manunggal Karya, Sutrisno saat dijumpai di lokasi pengrajin batok setelah mendapatkan kunjungan dari peserta PIRN.

Ia mengaku selama ini menjual limbah kerajinan batok kelapa sebagai kayu bakar saja.

“Selama ini sebenarnya limbahnya ini dipakai cuma untuk kayu bakar atau mungkin untuk diteliti untuk bisa buat apa ada nilai jualnya lebih kan gak tau,” ungkap Sutrisno saat ditemui di lokasi pembuatan kerajinan batok kelapa, Rabu (11/7).

 Menurutnya, limbah dari kerajinan batok kelapa memang masih memiliki nilai jual seperti tepung dari hasil penghalusan kerajinan batok kelapa bisa dimanfaatkan untuk media tanam.

Media tanam dari serbuk kelapa ini tidak hanya diteliti dari peserta PIRN melainkan juga dari Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP).

“Yang media tanam yang meneliti dari perguruan tinggi UMP saat ini masih proses dari penelitian,” katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved