Sarasta Adi Cahyono Musisi Blora Raih Rekor Dunia Lewat Penciptaan 123 Lagu

Adalah Sarasta Adi Cahyono meraih rekor dunia versi RHR dalam kategori penyanyi dan pencipta lagu terbanyak

Editor: iswidodo
tribunjateng/cetak
MENERIMA MEDALI - Sarasta Adi Cahyono (bertopi) menerima medali dan piagam penghargaan rekor dunia versi RHR di Bandung, Selasa (3/7).? 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Musisi Indonesia terus mengukir prestasi di kancah internasional. Setelah kesuksesan Agnez Monica (Agnes Mo) dan Anggun C Sasmi, kini giliran musisi asal Kabupaten Blora mencatatkan diri dalam rekor dunia versi Record Holder Republic (RHR).

Adalah Sarasta Adi Cahyono yang mengukir prestasi internasional dengan meraih rekor dunia versi RHR dalam kategori penyanyi dan pencipta lagu terbanyak yang merilis dan memasarkan albumnya sendiri.

Album perdana musisi yang tinggal di Jalan Rajawali III Kelurahan Tempelan, Kecamatan Blora, Kabupaten Blora itu berisi 123 lagu Melancholy Folk Rock Indie.

Album tersebut diberi judul 'Debut123' dan dirilis pada 18 April 2018. Penghargaan rekor dunia itu diserahkan Vice President of RHR, Lia Mutisari, di Bandung.

"Saya diundang untuk menerima penghargaan rekor dunia versi RHR, 3 Juli lalu di Bandung," ujar Sarasta, saat dihubungi, Senin (9/7).

Sarasta mengaku baru pulang dari Bandung dan tiba di Blora pada Kamis (5/7) lalu. "Sebenarnya teman-teman RHR meminta saya tetap di Bandung untuk beberapa hari ke depan. Tetapi karena saya sudah terlanjur memesan tiket pulang, saya memilih pulang ke Blora," ujarnya.

Sarasta menuturkan, pencapaian rekor dunia 'Debut123' sebagai album indie singer-songwriter melancholy folk rock itu sebelumnya tidak pernah terpikir olehnya.

Ia pertama kali mengarang lagu pada 2011. "Saat itu dalam benak saya hanya ingin membuat lagu sebanyak-banyaknya," ungkap ayah satu anak itu.
Dalam perkembangannya, jumlah lagu yang diciptakan dan diaransemen sendiri telah mencapai sebanyak 70 lagu pada awal 2017. Pada tahun itulah, dia mengetahui adanya lembaga yang kerap memberikan penghargaan bagi kreativitas baru.

Terpacu

Dia pun semakin terpacu untuk kembali menambah jumlah lagu yang dikarangnya. Dalam kurun waktu 2017 hingga 2018, jumlah lagu yang dibuatnya bertambah 60 lagu.

"Sehingga dalam kurun waktu tujuh tahun sejak 2011 hingga 2018 itu saya menciptakan lagu sebanyak 130 lagu. Tetapi yang saya masukkan ke album debut indie sebanyak 123 lagu dengan tujuan agar simpel dalam penyebutan. 123 itukan biasanya untuk hitungan penyemangat," ujar pria kelahiran Sukoharjo, 15 Mei 1977 itu.

Sarasta mengaku merekam sendiri lagu-lagu tersebut menggunakan peralatan sederhana yang ada di rumahnya. "Hanya satu lagu yang saya buat di studio di Solo," tuturnya.

Lagu-lagu tersebut dituangkan dalam sekeping CD dengan versi MP3. Kepingan CD itu selanjutnya dikirim ke sejumlah radio. "Saya kirim via jasa ekspedisi," jelasnya.

Vice President of RHR, Lia Mutisari, dalam penyataan resmi kepada sejumlah awak media menjelaskan, pemberian rekor kepada Sarasta lantaran album Debut 123 merupakan album yang dibuat secara independen.

Dengan kata lain, Sarasta Adi mewujudkannya serba sendiri. Entah itu mulai dari menciptakan lagu, aransemen, sampai memasarkan album.

"Saya berharap dengan adanya rekor musik Indie ini dapat menginspirasi publik, dan ikut serta mengangkat nama Indonesia di mata dunia, khususnya di bidang musik," ucapnya.

RHR berkantor pusat di Amerika Serikat. Saat ini, perwakilannya di Indonesia dipimpin Vice President of RHR, Lia Mutisari. (tribunjateng/cetak/kompas.com/Puthut Dwi Putranto)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved