Zumi Zola Diduga Setahun Terima Gratifikasi Rp 49 Miliar

Tiga pimpinan DPRD Jambi lainnya yang diperiksa, yakni AR Sahbandar, Supardi, dan Chumaidi.

Zumi Zola Diduga Setahun Terima Gratifikasi Rp 49 Miliar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/5/2018). Zumi Zola menjalani pemeriksaan perdana setelah ditahan KPK terkait kasus dugaan penerimaan gratifikasi sejumlah proyek di Provinsi Jambi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNJATENG.COM - Penyidik KPK memeriksa pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Jambi di Mapolda Jambi sebagai saksi dalam kasus gratifikasi yang menjerat Gubernur nonaktif Jambi, Zumi Zola. Informasi yang diterima Tribun, terdapat 14 anggota DPRD, termasuk unsur pimpinan, yang diperiksa. Mereka akan memberikan kesaksian dalam dua sesi, yaitu Selasa (10/7) kemarin, dan Rabu (11/7) hari ini.

Salah satu yang diperiksa adalah Ketua DPRD Provinsi Jambi, Cornelis Buston. Setelah diperiksa, Cornelis mengatakan, dirinya bersama dengan dua pimpinan DPRD lainnya serta beberapa anggota Dewan menjadi saksi dalam kasus gratifikasi yang menjerat Zumi Zola.

Tiga pimpinan DPRD Jambi lainnya yang diperiksa, yakni AR Sahbandar, Supardi, dan Chumaidi.
"Kami memberikan keterangan untuk melengkapi berkas perkara Zola," ujarnya.

Cornelis diperiksa penyidik KPK dengan 30 pertanyaan dan beberapa pertanyaan hanya mempertegas pemeriksaan sebelumnya. Ada pula yang mengulang pertanyaan dari semua yang ada dalam berita acara pemeriksaan.

KPK menetapkan Zumi sebagai tersangka dalam kasus suap dan gratifikasi izin proyek di pemerintahan Provinsi Jambi pada 2 Februari 2018. Dalam perkara ini, Zumi disangka menerima suap Rp 6 miliar terkait dengan izin proyek di Provinsi Jambi. Selain menetapkan tersangka Zumi Zola, KPK menetapkan pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Arfan, sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

Terus bertambah

Dalam kesempatan terpisah, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menyebut, dugaan penerimaan gratifikasi yang diterima Zumi Zola mencapai Rp 49 miliar. Gratifikasi tersebut diterima Zumi Zola selama satu tahun memimpin Jambi.

"Selama proses penyidikan untuk dugaan gratifikasi tersebut, sampai saat ini penyidik telah menemukan bukti bahwa ZZ (Zumi Zola) diduga menerima total Rp 49 miliar," ujar Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Selasa kemarin.

Zumi Zola mulai menjabat sebagai Gubernur Jambi sejak 2016 hingga 2021. Saat ditetapkan sebagai tersangka, Zumi Zola diduga menerima gratifikasi Rp 6 miliar. Jumlah tersebut kian bertambah seiring berjalannya penyidikan.

"Perkara tersebut saat ini masih dalam proses penyidikan," kata Basaria.

Dalam kasus penerimaan gratifikasi, Zumi ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan mantan Plt Kadis PUPR Jambi Arfan. Penetapan tersangka terhadap keduanya merupakan pengembangan dari kasus suap ketuk palu RAPBD Provinsi Jambi 2018. (tribunjateng/cetak/kps/Tribunnews)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved