Diskusi Panel Peranakan Tionghoa Membahas Kebinekaan Indonesia, Ini Hasilnya

Kebinekaan menjadi tema diskusi panel di Semarang Contemporary Art Gallery (Semarang Galeri), Sabtu (14/7/2018).

Diskusi Panel Peranakan Tionghoa Membahas Kebinekaan Indonesia, Ini Hasilnya
Tribun Jateng/ Bare Kingkin Kinamu
Suasana Diskusi Panel Pernakan Tionghana Membahas Kebinekaan di Semarang Galeri, Sabtu (14/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebinekaan menjadi tema diskusi panel di Semarang Contemporary Art Gallery (Semarang Galeri), Sabtu (14/7/2018).

Diskusi ini melibatkan Komunitas Lintas Budaya, dan beberapa keynote speaker yang ahli di bidangnya.

Keynote speakernya antara lain Boedi Mranata, Azmi Abubakar, Didi Kwartanada, Rafael Soemarto dan Yudi Latif.

Ketua Komunitas Lintas Budaya, Boedi Mranata, mengemukakan terkait kebinekaan yang tercermin pada benda-benda peninggalan zaman tionghoa.

"Kebudayaan mengalami perubahan setiap saat, perubahan begitu cepat. Tapi bukan berarti sesuatu yang negatif," tutur Ketua Komunitas, Boedi Mranata, saat panel diskusi berlangsung.

Boedi Mranata dalam kesempatan tersebut mengungkapkan jika Kebinekaan Indonesia adalah hal yang sangat indah.

Selain itu, Azmi Abubakar, mengemukakan terkait pernakan tionghoa.

"Masyarakat perlu tahu sebenarnya arti peranakan. Berawal dari kejadian 1998, saya tidak habis pikir," tutur Azmi Abubakar.

Kenapa kejadian itu bisa terjadi?

Halaman
12
Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved