Breaking News:

Disporapar Provinsi Jateng Siapkan Perda Khusus Desa Wisata

Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Desa Wisata Tahun 2018 Tingkat Jawa Tengah

Penulis: deni setiawan | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Deni Setiawan
Pengunjung berfoto bersama di depan stan Desa Wisata Jetis, Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap pada Festival Desa Wisata Tahun 2018 Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Alun-Alun Bung Karno Kalirejo Kabupaten Semarang, Sabtu (14/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Dinas Pemuda, Olah Raga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah menggelar Festival Desa Wisata Tahun 2018 Tingkat Jawa Tengah, di Alun-Alun Bung Karno, Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang selama dua hari, Sabtu (14/7/2018) hingga Minggu (15/7/2018).

Kepala Disporapar Jawa Tengah Urip Sihabudin menyampaikan, festival yang dilaksanakan tersebut merupakan upaya realisasi dari hasil pertemuan dengan para pengelola serta pegiat desa wisata kabupaten/kota se Jawa Tengah di Kabupaten Magelang pada 2017 lalu.

“Kami bersyukur, di Ungaran bisa berkumpul. Hanya dua yang belum jelas akan berpartisipasi atau tidak. Ini belum jelas, di pembukaan ini masih kosong stan nya, yakni perwakilan dari Kabupaten Jepara dan Karanganyar. Yang ada di sini adalah desa wisata terbaik di tiap daerahnya,” katanya.

Kepada Tribunjateng.com, Sabtu (14/7/2018), dia melihat berbagai inovasi pun sudah ditunjukkan perwakilan desa wisata kali ini.

Baca: Dewi Harapkan Tiap Desa Wisata Bisa Sediakan 5 Homestay

Sesuai data, pada tahun ini total ada sekitar 238 desa wisata di Jawa Tengah. Tetapi yang aktif dan telah memperoleh surat keputusan dari para pimpinan daerahnya ada sekitar 147 desa wisata.

“Di satu sisi, semakin banyaknya desa wisata semakin menggembirakan bagi kami. Tetapi di sisi lain memprihatinkan. Itu dikarenakan rata-rata potensi yang ditunjukkan oleh desa wisata itu hampir sama atau sejenis,” tuturnya.

Urip khawatir, ketika mayoritas potensinya sama atau sejenis, berpeluang bisa saling mematikan. Terlebih ketika antar desa wisata jaraknya saling berdekatan.

Hal itu menurutnya yang perlu menjadi perhatian serius di tengah bermunculan desa-desa wisata di Jawa Tengah.

“Kami sudah ada rencana dan ini sedang kami siapkan suatu peraturan daerah khusus tentang desa wisata. Nanti melalui Perda Provinsi Jawa Tengah tersebut, akan diatur baik itu konsep pengembangan potensi-potensi di tiap daerah. Termasuk juga mungkin syarat suatu desa menjadi desa wisata,” ucap Urip.   

Dia berharap, banyaknya jumlah desa wisata di Jawa Tengah itu, para pengelola dapat senantiasa melakukan berbagai macam pengembangan.

Dari inovasi itu pun menjadi siasat agar desa wisata yang dirintis dan sedang dikembangkan itu tidak meredup atau masih tetap bertahan.

“Ke depan, desa wisata akan mengarah ke filosoffi sesungguhnya. Yakni transformasi. Ketika pengunjung datang, yang dibutuhkan adalah detail tentang wisata itu.

Tidak hanya sambil lalu. Sehingga pula, mereka bisa betah berlama-lama saat berwisata di suatu daerah,” tuturnya. (dse)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved