Breaking News:

Kisah Pengungsi Gempa Banjarnegara di Huntara, Ekonomi Lumpuh dan Anak Terancam Putus Sekolah

Dia dan sejumlah warga lain di dusun Kebakalan semula tinggal di musala Desa Sidakangen yang difungsikan jadi tempat pengungsian.

TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKKI
Korban gempa Kalibening Banjarnegara masih tinggal di hunian sementara (huntara) dengan banyak keterbatasan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Menjelang siang, hunian sementara (huntara) untuk para korban gempa di dusun Kebakalan Desa Kertosari Kecamatan Kalibening Banjarnegara terlihat lengang.

Di salah satu bilik huntara ukuran 3 x 4 meter, Misti (31) sembari memangku putranya mengintip pemandangan luar dari lubang pintu yang terbuka separuh.

Di sebelahnya, aneka makanan tradisional semisal serabi, bubur hingga gorengan masih bertumpuk di boks plastik.

Karena terlambat terjual, jajanan itu pastinya sudah tidak hangat lagi.

Ibu tiga anak ini berniat menjajakannya lagi nanti.

Berapa pun yang terjual, akan berarti baginya untuk membalikkan modal.

Syukur-syukur ada kelebihan.

Namun, kedatangan tamu di gubuk reotnya siang itu membuat perempuan ini berubah pikiran.

Ia yang jarang dikunjungi tamu memilih menyuguhkan seluruh dagangannya untuk memuliakan tamunya.

Halaman
1234
Penulis: khoirul muzaki
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved