Pembangunan Bendungan di Sungai Kanal Banjir Barat Kota Semarang Tunggu Karet dari Amerika

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan percepatan pembangunan bendung karet di Sungai Kanal Banjir Barat

Pembangunan Bendungan di Sungai Kanal Banjir Barat Kota Semarang Tunggu Karet dari Amerika
TRIBUN JATENG/M ZAENAL ARIFIN
Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan percepatan pembangunan bendung karet di Sungai Kanal Banjir Barat (KBB) agar hasilnya bisa segera dinikmati masyarakat.

Selain itu, percepatan juga dikarenakan karet Raperdam yang didatangkan dari Amerika Serikat bisa langsung dipasang jika bendungan dudukan (Angkur) selesai dibangun.

"Kita kebut pembuatan bendung karet ini. Meski multiyears sampai 2019, tapi instruksinya agar dipercepat 2018 selesai. Saat ini masih jalan sambil nunggu karet yang didatangkan dari Amerika," kata Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno, Minggu (15/7/2018).

Ruhban menuturkan, adanya percepatan yang dilakukan, progres pekerjaan menunjukan deviasi yang lebih yaitu tercapai 15 persen dari rencana 13 persen jika sesuai jadwal pekerjaan. Kendala yang dialami yaitu hanya terkait pengiriman empat karet bendungan yang tidak bisa didatangkan sekaligus dari Amerika

"Empat karet itu dari Amerika semua dengan lebar 150 meteran semua. Jadwalnya Juli dan Agustus ini karetnya datang. Tapi masalahnya kuota pengiriman dibatasi," paparnya.

Menurut Ruhban, banyak manfaat yang bisa dinikmati masyarakat Kota Semarang jika pembangunan bendung karet ini selesai. Ia memaparkan, nantinya bendung karet dapat mengendalikan banjir di wilayah barat Kota Semarang.

Saat musim hujan, air yang masuk di Sungai KBB akan ditahan bendung tersebut. Saat ketinggian air mencapai elevasi 2,5 meter, maka air langsung didorong oleh karet bendungan ke hilir sungai dan masuk ke laut.

"Selain itu, dengan tetap terjaganya air di sungai itu nanti bisa digunakan sebagai air baku PDAM. Sehingga bisa dipakai untuk menyuplai kebutuhan air bagi warga di wilayah barat," ujarnya.

Manfaat lain yaitu Sungai KBB nantinya bisa menjadi area wisata air. Ruhban memastikan air di sungai itu tidak akan kering meski kemarau sekalipun. Pasalnya, bendung karet yang dibangun nantinya akan menampung air saat hujan.

"Jadi saat kemarau, sungai itu tetap ada airnya sepanjang 3 km mulai titik bendung karet sampai bendung Simongan. Bisa digunakan untuk wisata air dan sebagainya," tambahnya.

Lebih lanjut Rubhan meminta agar bendung karet ini dapat dijaga bersama oleh semua elemen masyarakat. Dari pengalaman beberapa bendung karet memang banyak yang dirusak warga. Padahal jika ada yang merusak bendung karet dapat dipidanakan, lantaran telah merusak aset negara.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved