19 Komunitas Bahas Rencana Aksi Penanggulangan Rob di Kota Pekalongan

Belasan komunitas yang ada di Kota Pekalongan memadati Aula Museum Batik, mbahas penanganan rob di Kota Pekalongan

19 Komunitas Bahas Rencana Aksi Penanggulangan Rob di Kota Pekalongan
tribunjateng/budi susanto
Perwakilan dari 19 komunitas melakukan pertemuan di Aula Museum Batik Kota Pekalongan guna membahas penanganan rob yang melanda Pekalongan, Senin (16/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Belasan komunitas yang ada di Kota Pekalongan memadati Aula Museum Batik, untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam rangka penanganan rob yang melanda Kota Pekalongan, Senin (16/7/2018).

Adapun 19 komunitas yang hadir di aula museum tersebut membahas peran masyarakat termasuk komunitas guna mengurangi dampak bencana rob.

Arie Dacosta, perwakilan dari Komunitas Fotografi Indonesia Wilayah Pekalongan dalam acara tersebut menuturkan, rob yang melanda Pekalongan sudah terjadi bertahun-tahun dan masyarakat dituntut aktif dalam mengurangi dampak bencana tersebut.

"Tercatat sembilan kelurahan di Kota Pekalongan terdampak banjir rob sejak 2003 lalu, dan akan terus bertambah jika tidak segera diatasi. Rob juga terjadi pada desa-desa yang ada di Kabupaten Pekalongan," jelasnya.

Bencana rob dikatakannya menjadi ancaman bagi Pekalongan, guna menanganinya dibutuhkan keterlibatan semua elemen.

"Bukan hanya pemerintah, seharusnya komunitas yang menjadi bagian dari elemen masyarakat juga harus berperan aktif dan terlibat langsung dalam penanganan rob," paparnya.

Dalam pertemuan tersebut, belasan komunitas yang terdiri dari Akademi Berbagi, Komunitas Kali Loji, Komunitas Bara Air, Komunitas Fotografi Indonesia Wilayah Pekalongan, Komunitas Drone Pekalongan, Komunitas Insta Pekalongan, Perempuan Kepala Keluarga (Pekka), Komunitas Kampung Batik Kauman, Pramuka Saka Kalpataru Pekalongan, Pekalongan Info, Explore Pekalongan, Komunitas Great Pekalongan, Komunitas Genpi Pekalongan, Komunitas Blogger Pekalongan, Komunitas Doodle Art, Komunitas Perupa Pekalongan, Komunitas Sketser Pekalongan, Karang Taruna Pekalongan, Mahasiswa Pekalongan Raya Yogyakarta (Mahakarya) dan Komunitas Mahasiswa Kalongan. Acara ini dihadiri Lembaga Kemitraan bagi Pembaruan Tata Kelola Pemerintahan. merencanakan aksi bersama terkait penanganan rob yang melanda Pekalongan.

Sementara itu Peneliti Tata Kelola Kemitraan, Leny Hidayat menuturkan, selama ini bencana banjir rob hanya dilihat sebagai persoalan tergenangnya wilayah permukiman yang hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah.

"Padahal, rob tidak hanya persoalan genangan air, tetapi juga berdampak pada sektor-sektor lainnya. Kami mencatat ada tujuh sektor terdampak rob di antaranya sektor kesehatan seperti gangguan pernafasan, penyakit kaki gajah dan gangguan kejiwaan. Selain itu sektor pendidikan juga terdampak karena ada beberapa sekolah rusak, serta berdampak pada sisi ekonomi warga,'' terang Leny.

Leny menambahkan rob membuat masyarakat kehilangan mata pencaharian, dikarenakan lahan pertanian dan perkebunan rusak. Ada juga persoalan air bersih, sanitasi, toilet rusak, sumber mata air terkontaminasi. Belum lagi persoalan gender seperti kesehatan reproduksi memburuk, serta dampak polusi industri batik.

"Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dibutuhkan sinergi dari dari semua elemen. Tidak hanya mengatasi airnya saja, tetapi juga dampak lainnya. Komunitas-komunitas yang ada di Pekalongan, harus dapat terlibat secara aktif dalam penanggulangan rob. Selain memberikan masukan dan memberikan alternatif kepada pemerintah terkait solusi penanganan rob. Komunitas harus menjadi satu di antara kekuatan dalam penanganan rob di Pekalongan,'' timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved