DLH Kota Semarang Akan Bangun Instalasi Pengolahan Limbah di Kawasan Tambak Terboyo Kulon

Diakuinya lahan di kawasan tersebut awalnya menjadi objek sengketa dengan warga yang membangun hunian liar sejak lama

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang berencana membangun instalasi pengolahan limbah (IPL) di kawasan Terboyo Kulon, Kecamatan Genuk. Karenanya, kawasan yang berupa tambak tersebut akan diuruk menggunakan tanah kerukan sedimentasi Sungai Kanal Banjir Timur (KBT).

Kepala DLH Kota Semarang, Gunawan Saptogiri mengatakan, adanya rencana pembangunan tersebut maka beberapa truk pengangkut tanah sedimentasi Sungai KBT membuang tanah muatan ke area tambak, beberapa waktu lalu. Hanya saja, hal itu urung dilakukan karena mendapat penolakan dari pengelola tambak.

"Ketentuan pembuangan tanah itu sudah ada dalam Amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan) normalisasi KBT. Di lokasi itu juga ada instalasi pengolahan limbah tinja (IPLT) milik Pemkot. Sehingga akan kami perbesar lagi fungsinya menjadi IPL," kata Gunawan, Senin (16/7/2018).

Diakuinya lahan di kawasan tersebut awalnya menjadi objek sengketa dengan warga yang membangun hunian liar sejak lama. Akan tetapi, Pemkot Semarang telah memenangkan gugatan sehingga status lahan menjadi milik Pemkot.

Kendati demikian, lanjut Gunawan, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan warga yang masih berada di area tersebut. Sehingga proses percepatan normalisasi Sungai KBT tidak terhambat lantaran kekurangan disposal.

"Sebetulnya kalau sudah sampai putusan pengadilan, itu kan sudah menjadi pemberitahuan. Itu lahan Pemkot. Tapi kami akan komunikasikan lagi dengan warga nantinya," ujarnya.

Saat ini, IPLT yang sudah ada berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektar. Rencananya kawasan tambak diuruk agar menjadi daratan. Selanjutnya, DLH akan mengembangkan IPLT menjadi IPL.

Ia menambahkan, selama ini di Kota Semarang belum ada IPL yang dibangun. Dengan demikian, nantinya seluruh limbah yang ada di Kota Semarang bisa dibuang di area tersebut untuk diolah. Di antaranya limbah medis.

"Kami inginnya tidak hanya tinja tapi juga limbah. Kalau dibuang tempat lain, belum ada tempat. Jika sudah ada insenerator, maka seluruh limbah bisa dibuang disitu. Selain lokasinya yang tidak jauh, juga bisa mendatangkan PAD," paparnya.

Halaman
12
Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved