Kemendag Lakukan Pendataan Stok Pangan di Jawa Tengah, Ini Gunanya

Kementerian Perdagangan RI melakukan pilot project terhadap pemetaan terhadap kondisi distribusi pangan yang ada di Jawa Tengah.

Kemendag Lakukan Pendataan Stok Pangan di Jawa Tengah, Ini Gunanya
tribunjateng/raka f pujangga/ist
Paparan Forum Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Jateng, oleh Ditjen PDN Kementerian Perdagangan dI Semarang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kementerian Perdagangan RI melakukan pilot project terhadap pemetaan terhadap kondisi distribusi pangan yang ada di Jawa Tengah.

Pemetaan pangan di Jawa Tengah ini dikemas dalam bentuk diskusi yang dilaksanakan pada hari Senin (16/7/2018), di Hotel Park Arkenzo, Kota Semarang, Jawa Tengah.

‎Pemangku kepentingan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, Arif Sambodo, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jateng Prijo Anggoro, dan Wakil Satgas Pangan Jateng, AKBP Haryo Sugiharto turut hadir.

Sekretaris Ditjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kementerian Perdagangan, Syailendra mengharapkan, bisa bersinergi antara pelaku usaha distribusi dan pengelola gudang untuk mendapatkan data riil pangan di Jawa Tengah.

Provinsi Jateng sengaja menjadi pilot project untuk mengumpulkan data spot sehingga datanya rapi mulai dari jumlah stok dan lokasinya.

"Jateng ini potensialnya besar, makanya kami mengambil Jateng yang pertama kemudian secara bertahap ke daerah lainnya," jelasnya, dalam keterangan persnya saat Kegiatan Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri di Jawa Tengah‎.

Menurutnya, selama ini Kementerian Perdagangan kesulitan melakukan pengecekan terhadap stok pangan. Contohnya pengecekan stok beras yang ada di Jateng.

"‎Selama ini kita tidak pernah tahu berapa stok beras yang ada atau stok bahan pangan yang lainnya. Sehingga bisa membantu distribusi barang," imbuhnya.

‎Dia mengingatkan, pelaporan kondisi stok bisa dilaporkan secara rutin karena selama ini masih belum tertib. Padahal sistem kondisi stok pangan sudah terbentuk.

"Sehingga tidak asal harga naik karena stok pangan tidak ada. Tetapi ‎dari data yang dilaporkan akan kelihatan," tambahnya.

Wakil Ketua Satgas Pangan Jawa Tengah, AKBP Haryo Sugihartono menerangkan, dengan adanya sistem data tersebut, nantinya bisa membantu Pemerintah pusat dalam mengambil kebijakan, dan bahkan melakukan pengawasan alur distribusi stok bahan pangan.

"Salah satunya menentukan kebijakan impor, Polisi dilibatkan untuk melakukan pemantauan, sehingga jika ada spekulan yang bermain atau melakukan penimbunan bisa dijerat dengan pidana," jelasnya.

Sementara itu, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Jawa Tengah, Prijo Anggoro menambahkan jika dengan adanya validasi data dari hulu ke hilir di semua kabupaten/kota yang ada di Jateng, nantinya bisa terlihat secara rinci data kebutuhan ataupun stok yang ada di Jateng.

"Selain itu kita juga bisa tahu proses perijinan dari distirbutor itu bagaimana, gudangnya mana, sehingga pengawasannya tentu lebih mudah," tambahnya. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved