Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kerajinan Paralon Bakar Buatan Pujo Sudah Mendunia

Seorang lelaki nampak akrab dengan panas api dari mesin las, kedua tangannya sibuk memegang alat las untuk membakar sebuah paralon

Penulis: budi susanto | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Pujo Sunarsono pemilik Puzo's Art Galery sedang membuat kerajinan dari bahan paralon bakar di galerinya yang terletak di Jalan Supriyadi Gang 18 No 46 Kelurahan Tirto Rt 04 Rw 05 Kecamatan Pekalongan Barat, Senin (16/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun, Budi Susanto

TRIBUNJATENG, PEKALONGAN - Seorang lelaki nampak akrab dengan panas api dari mesin las, kedua tangannya sibuk memegang alat las untuk membakar sebuah paralon putih.

Adapun Pujo Sunarsono (55) warga Jalan Supriyadi Gang 18 No 46 Kelurahan Tirto Rt 04 Rw 05 Kecamatan Pekalongan Barat merupakan seorang seniman paralon bakar yang karyanya tembus hingga manca negara, Senin (16/7/2018).

Pujo yang dulunya pekerja di sebuah perusahaan penyedia air bersih, ingin mewujudkan cita-citanya untuk membuka galeri kesenian. Dan akhirnya ia memutuskan untuk keluar dan membuka Pizo's Art Galery di rumahnya beberapa tahun lalu.

Hingga kini produk kerajinan buatan Pujo tembus di pasar manca negera dan pasar Indonesia. Namun perjuangan membuat kerjainan paralon bakar yang ia rintis tak jarang dihadang berbagai tantangan.

Dari ketersedian bahan baku hingga perjuangan memasarkan produk sudah Pujo rasakan hingga akhirnya kerajinan paralon bakarnya diminati di pasaran.

Pujo menerangkan, inti dari keberhasilan memasarkan produk adalah tekat, pantang menyerah dan inovasi.

"Awalnya pasti sering gagal, namun saya terus mencoba, selain itu awal merintis usaha ketersediaan bahan baku sedikit sulit karena saya mengandalakan pengepul paralon bekas. Berbekal ilmu yang saya dapat saat bekerja di perusahaan pemyedia air bersih, saya bisa tahu sifat dari paralon jika dipanaskan menjadi lentur, mudah dibentuk dan memiliki motif unik. akhirnya saya manfaatkan untuk membuat kerajinan," ujarnya.

Pemulik Puzo's Art Galery tersebut tak pelit berbagi ilmu terkait kesuksesannya, bahkan ia menjelaskan proses pembuatan serta alat yang digunakan untuk merubah paralon menjadi barang seni yang memiliki nilai jual tinggi.

"Paralon memiliki motif bagus saat dibakar, namun perlu diketahui habya paralon yang memiliki kelenturan dengan bahan PVC. Usai di bakar dan diukur baru paralon dipres agar menjadi lembaran kemudian baru dibentuk menjadi kerajinan," jelasnya.

Harga yang dipatok oleh Pujo untuk kerajinannya berkusar Rp 2500 hingga Rp 19 juta tergantung tingkat kesulitan dari produk buatannya. Hingga kini omset perbulan yang diraih Puja mencapai Rp 20 juta perbulan.

"Saya memulai usaha paralon bakar sudah tiga tahun lalu, kalau pemasaran luar negeri sudah sampai ke Rusia, Jepang dan Jerman. Kalau di Indonesia sendiri hampir seluruh daerah," katanya.

Ia biasa memasarkan produknya secara langsung lewat galerinya, terkadang juga mengikuti pameran. Tak lupa Pujo menjual karyanya lewat sistem reseller di pasar online.

"Karya pertama saya kotak tisu, kemudian asbak lalu jam dinding. Tapi saya tak berhenti berkarya kemudian bisa menbuat tempat payung, vas bunga, kursi, meja, cermin, lampu hias, kaligrafi, dan aneka souvenir pernikahan ataupun kerajinan unik dan ekslusif," timpalnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved