Breaking News:

PDAM Tirta Moedal Klaim Air Sudah Mengalir Normal, Tapi Netizen Masih Mengeluh Air Mati

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang sudah memastikan pasokan air PDAM mengalir lancar.

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: galih permadi
ANTARA
PDAM TIRTA MOEDAL di Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Eka Yulianti Fajlin 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal Kota Semarang sudah memastikan pasokan air PDAM mengalir lancar. Pasalnya, air sudah dialirkan normal kembali.

Soleha, seorang warga Tlogosari Kulon, mengatakan sejak bulan Juli air sudah mulai lancar.

"Kalau dulu mau nyuci saja susah, sejak awal bulan ini air ngalir lancar. Saya sudah bisa cuci-cuci tanpa harus bingung air," kata Soleha, Selasa (17/7).

Tak lain halnya dengan seorang warga dari Sendangmulyo Tembalang, Widya. Ia juga mengatakan sekarang air dari PDAM lancar.

"Dulu air pernah mati tiga hari, saya sempat mandi di pom bensin. Tapi, sekarang sudah lancar kembali," ucap Widya.

Joko Purwanto, Humas PDAM Tirta Moedal menjelaskan sejak 2 Juli 2018 secara makro air sudah dialirkan normal kembali.

"Kalau bulan April hingga Juni 2018, kami memang hanya mengalirkan 500-600 liter per detik untuk 80 puluh ribu pelanggan. Sekarang air sudah normal kembali 1000 liter per detik," jelas Joko Purwanto, Humas PDAM Tirta Moedal, Selasa (17/7).

Namun, masih ada beberapa netizen yang mengeluhkan air PDAM.

Seperti yang dikeluhkan oleh @arulia_herdianto yang berkomentar di salah satu postingan Instagram milik wali kota Semarang, Hendrar Prihadi. Ia mengatakan bahwa PDAM masih tidak jelas.

Akun lain juga berkomentar mengenai PDAM, dari @tamansari.co "Bagus sih... tapi lebih bagus lagi bila kualitas dan distribusi air di Semarang Timur menjadi prioritas utama untuk kehidupan warga Semarang."

@gung_sulist juga mengatakan di Semarang Tengah masih sering mati, padahal ia setiap bulan membayar Rp 165 ribu.

"Di media sosial memang masih ada beberapa yang mengeluhkan air tidak lancar. Ketika ditanya alamat agar bisa dicek, mereka tidak menjawab," tutur Joko.

Menanggapi keluhan netizen, Joko mengatakan jika masih ada air yang belum lancar kemungkinan faktor lain seperti kran tersumbat atau gangguan topografi wilayah.

Jika masih tidak mengalir, Joko mengimbau warga untuk lapor dan PDAM siap mengecek.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved