Adel Ingin Bisa Kirim Rp 10 Juta Kepada Orangtua Tiap Bulan

Empat siswa SMK Mataram Semarang akan menjalani pendidikan tiga tahun di sekolah vokasi San Hsin, di kota Kaohsiung, Taiwan

TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF
TAIWAN - Kepala SMK Mataram, Sri Sugianto (tiga dari kanan) dan Ketua Yayasan Sekolah Mataram, Cindy Bachtiar berfoto bersama para siswa yang akan berangkat ke Taiwan. 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Antusias, kata itulah yang tergambar saat bertemu Adel Corynnia Puspa di SMK Mataram Semarang, Rabu (18/7/2018). Ia adalah satu dari empat siswa sekolah itu yang akan berangkat ke Taiwan, Sabtu mendatang.

Siswa yang lulus pada tahun 2018 tersebut akan menjalani pendidikan selama tiga tahun di sekolah vokasi San Hsin, di kota Kaohsiung, Taiwan. Tidak hanya belajar, lulusan program studi tataboga tersebut juga akan bekerja di sebuah restoran di kota tersebut.

Keberangkatannya terjadi setelah ada kerjasama antara pihak sekolah dengan Ikatan Citra Alumni Taiwan-Indonesia (ICATI). "Memang saya antusias sekali, karena pernah dengar pengalaman dari teman yang berangkat sekolah dan bekerja di sana tahun lalu," terang gadis yang akrab disapa Adel tersebut.

Ia menjelaskan, temannya yang berangkat tahun lalu itu kini memiliki pendapatan yang lumayan. Bahkan dari informasi yang ia terima bisa mengirim uang kepada orang rumah Rp 10 juta pada bulan tertentu.

"Itu yang membuat saya juga ingin melakukan hal yang sama, belajar dan bekerja di sana," terang gadis yang menyebut ayahnya bekerja sebagai buruh pabrik dan ibunya mengurus rumah tangga tersebut.

Berbalas budi kepada orang tua adalah hal yang ingin ia lakukan. Ia ingin segera bisa memberikan sesuatu kepada ayah-ibunya yang telah memberinya kasih sayang.

"Jadi di sana memang kita sekolah, sembari bekerja, upah dari bekerjanya itu bisa untuk menutup biaya sekolah, kebutuhan sehari-hari, dan sisanya ditabung," bebernya.

Ia akan berangkat bersama tiga temannya yakni Meika Purnamaningsih, Jacqueline Patrix Aprilia dan Rohmat Hidayat. Sebelumnya mereka sudah mengikuti pelatihan bahasa Mandarin selama dua bulan.

"Sekarang ya persiapannya memantapkan bahasa Mandarin, mental dan fisik, karena selama tiga tahun itu lama, dan kami akan berada jauh dari kerabat," tandasnya.

Halaman
12
Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved