Asip Jamin Warga Dapat Ganti Untung untuk Proyek Tanggul Raksasa di Desa Semut

Asip Jamin Warga Dapat Ganti Untung untuk Proyek Tanggul Raksasa di Desa Semut Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan

Asip Jamin Warga Dapat Ganti Untung untuk Proyek Tanggul Raksasa di Desa Semut
tribunjateng/budi susanto
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi saat meninjau progres pembangunan tanggul raksasa paket I di Desa Semut dan Pakte III di Desa Wonokerto Lor Kecamatan Wonokerto, Rabu (18/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Terkait protes warga di Desa Semut Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan ditanggapi oleh Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Rabu (18/7/2018).

Asip menerangkan, pembangunan tanggul penahan rob memang terkendala dengan pembebasan lahan milik warga.

"Karena kami masih menunggu peta bidang untuk tentukan harga ganti rugi, alhasil progres pembangunan yang harusnya mencapai 30 persen sekarang masih 3 persen," jelasnya.

Pihaknya menuturkan, masyarakat terdampak belum paham benar akan proses ganti rugi dan kemungkinan khawatir tambah atau tanahnya tidak diganti.

"Kami akan membantu terkait sosial enginering atau pembebasan lahan di masyarakat, memang mominal ganti rugi belum bisa dipastikan karena terkendala peta bidang dan validasi dari pertanahan. Kedepan kami akan terus melakukan sosialisasi terkait permasalahan tersebut agar masyarakat lebih paham karena tidak ada yang dirugikan dengan pembangunan tanggul raksasa," paparnya.

Untuk itu, jajaran Pemkab Pekalongan melakukan peninjauan ke tiga lokasi titik pembangunan tanggul di Desa Semut, Desa Trabang dan Desa Wonokerto Lor.

"Dana pembebasan lahan nantinya bersumber dari Pemerintah Pusat, Provinsi Jateng dan APBD. Kami juga akan koordinasi dengan Gubernur Jateng terkait permasalahn pembangunan tanggul," kata Asip.

Pemkab Pekalongan menghimbau, masyarakat yang tambak atau lahannya terkena pembangunan tanggul tidak perlu cemas.

"Karena tanggul untuk kepentingan bersama guna menangani rob yang melanda Pekalongan, dan sekali lagi saya tuturkan tidak akan ada yang dirugikan dengan pembangunan tanggul. Terkait harga ganti rugi pasti akan lebih tinggi dari harga pasaran namun mohon sabar karena harus dikaji terlebih dahulu," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved