Dua Pemuda Purbalingga Masuk Nominasi Pemuda Pelopor Provinsi Jateng

Dua Pemuda Purbalingga Masuk Nominasi Pemuda Pelopor Provinsi Jateng. Peninjauan lapangan akan dilaksanakan Juli

Dua Pemuda Purbalingga Masuk Nominasi Pemuda Pelopor Provinsi Jateng
tribunjateng/ist
Dua orang peserta Lomba Pemuda Pelopor dari Kabupaten Purbalingga berhasil masuk nominasi di Tingkat Provinsi Jawa Tengah. 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA – Dua orang peserta Lomba Pemuda Pelopor dari Kabupaten Purbalingga berhasil masuk nominasi di Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Kedua peserta tersebut yakni dari Bidang Pendidikan Nofi Bayu Darmawan dan Bidang Sosial, Budaya dan Pariwisata (Sosbudpar), Dona Wahyuni De Fretes.

“Fact finding akan dilaksanakan pada tanggal 22 dan 23 Juli mendatang,” kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar), Yanuar Abidin saat dihubungi, Rabu (18/7).

Keputusan tersebut berdasarkan pada surat dari Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah Nomor 427/2104 perihal Hasil Seleksi Wawancara dan Jadwal Fact Finding Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018. Calon Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018 pada bidang sosbudpar, Dona Wahyu De Fretes akan dilakukan peninjauan lapangan pada 23 Juli mendatang.

“Sedangkan untuk Nofi Bayu Darmawan di Bidang Pendidikan akan ditinjau oleh tim penilai pada 22 Juli nanti,” ujar Yanuar.

Dona Wahyu De Fretes sendiri merupakan pencetus lahirnya Kampung Warna yang berada di Kecamatan Bobotsari tepatnya di Dusun Kampung Baru, Jl. Pemuda Rt 01/Rw 08 Desa Bobotsari Kecamatan Bobotsari. Kemudian Nofi Bayu Darmawan merupakan warga asli Desa Tunjungmuli, Kecamatan Karangmoncol yang merintis Kampung Marketer Bisnis Internet di desanya.

“Mereka ini merupakan pemuda-pemudi yang menginspirasi dan memiliki ide-ide kreatif untuk kemajuan lingkungannya,” ungkapnya.

Sebagai informasi pada bidang pendidikan, peserta diminta untuk membuat karya berupa inovasi, metodologi dan model pembelajaran, media dan alat bantu pembelajaran, teknologi pembelajaran, pengembangan dan pengelolaan pendidikan secara swadaya baik formal maupun non formal. Sedangkan pada bidang sosbudpar utamanya di sub bidang pariwisata, peserta diminta untuk menunjukan karya pariwisata yang berdampak pada peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Selain itu juga diapresiasi oleh banyak pihak dan pemerintah daerah setempat sebagai kepeloporan yang layak ditunjukan untuk mewakili daerahnya, dan dua pemuda ini memang layak diapresiasi atas inovasi mereka,” terang Yanuar.

Seleksi sendiri sudah berlangsung pada 16 Juli 2018 yang lalu dengan peserta yang merupakan Pemuda Pelopor Terbaik I Tingkat Kabupaten dari masing-masing bidang. Tim penilai Pemilihan Pemuda Pelopor akan mengadakan peninjauan lapangan ke lokasi Calon Pemuda Pelopor guna menentukan juara Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Pihak kami, akan mendampingi peserta dan menerima secara langsung tim penilai yang akan meninjau lokasi peserta Pemuda Pelopor,” jelasnya. (tribunjateng/humas pemkab purbalingga)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved