Taksi Bandara Ahmad Yani
Kadishub Jateng: Sudah Saatnya Taksi Argo Masuk Bandara Ahmad Yani
Jika tidak ada perubahan, Kementerian Perhubungan akan turun tangan menyelesaikan permasalahan dan mengambil alih
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kadishub Provinsi Jateng Satriyo Hidayat kembali mengingatkan pengelola Bandara Ahmad Yani hanya diberi waktu satu minggu untuk melakukan perubahan yang signifikan.
Jika tidak ada perubahan, Kementerian Perhubungan akan turun tangan menyelesaikan permasalahan dan mengambil alih pengelolaan Bandara Ahmad Yani Semarang.
"PTS GM Angkasa Pura I saat ini sedang merencanakan melakukan perubahan. Mudah-mudahan sebelum Sabtu selesai. Nanti ada taksi argo yang masuk," tuturnya.
Menurut dia, penambahan penyedia taksi akan dilakukan secara bertahap. Layanan taksi argo akan lebih dahulu beroperasional di Bandara Ahmad Yani.
Dishub akan menyusun konsep, kemudian disodorkan ke otoritas bandara. Setelah konsep itu diserahkan, maka otoritas bandara akan menghitung ulang dan menentukan langkah berikutnya.
"Beda memang sesuai dengan PP Nomor 61 kebandarudaraan DLKM, DLKP urusannya otoritas. Kami dari pemerintah hanya membantu model," ujarnya.
Satriyo menegaskan sudah saatnya taksi beragometer beroperasi di bandara. Jika tidak menggunakan argometer status izin berubah menjadi sewa.
"Mungkin dalam seminggu ini ada taksi luar bandara yang masuk. Karena saya tidak masuk di ruang (rapat) itu," tuturnya. Ia berharap Sabtu ini taksi beragometer sudah ada di Bandara Ahmad Yani.
Ada dua pilihan yang disodorkan ada setengah digunakan sewa, dan setengahnya menggunakan argo. "Mudah-mudahan hal tersebut bisa diterapkan di Bandara Ahmad Yani," katanya. (tribunjateng/tim)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/taksi-bandara-sudah-saatnya-ada-argometer_20180718_234849.jpg)