PKPI Tak Daftarkan Caleg di Kudus

Sampai batas akhir pendaftaran caleg di KPU Kudus, tercatat ada 15 partai yang mendaftarkan calegnya.

PKPI Tak Daftarkan Caleg di Kudus
ISTIMEWA
KPU menerima pendaftaran caleg dari partai, Selasa (18/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Sampai batas akhir pendaftaran caleg di KPU Kudus, tercatat ada 15 partai yang mendaftarkan calegnya.

Sedangkan hanya satu partai, yaitu PKPI, yang tidak mendaftarkan calegnya.

Komisioner Divisi Teknis KPU Kudus Dhani Kurniawan mengatakan, dari 15 partai yang mendaftarkan, terhitung ada sebanyak 440 bacaleg.

“Mereka (bacaleg) akan merebutkan 45 kursi di DPRD Kudus,” kata Dhani, Rabu (18/7/2018).

Lebih lanjut Dhani berujar, pihaknya telah menunggu PKPI sampai batas akhis, Selasa (17/7/2018) pukul 24.00 WIB. Sampai batas tersebut, rupanya tak satu pun dari pengurus DPC PKPI Kudus yang datang untuk mendaftarkan calegnya.

“Alasan jelasnya kami tidak tahu, padahal ada kepengurusannya di Kudus,” kata dia.

Nasdem dan Gerindra merupakan partai terbanyak yang mendaftarkan bacaleg. Yaitu sebanyak 45 orang. Selanjutnya PDI Perjuangan 37 orang, Hanura 33 orang, PKS dan PKB 32 orang, PPP dan Golkar 29 orang.

“Untuk PSI 28 orang, PAN 27 orang, Demokrat 26 orang, PBB 25 orang, dan Berkarya 18 orang. Paling sedikit Partai Garuda sebanyak 13 orang. Semua parpol telah memenuhi kuota keterwakilan perempuan minimal 30 persen,” kata dia.

Sementara untuk masa perbaikan, KPU memberi tenggang waktu 22 sampai 31 Juli 2018. Jika terdapat bacaleg yang belum lengkap berkasnya, selama masa perbaikan tidak memperbaiki maka tidak memenuhi syarat.

Sementara Ketua DPC PKPI Kudus Adib Mochtar berujar, alasan pihaknya tidak mendaftarkan caleg ke KPU karena pasca-Idulfitri DPP tidak melakukan pembinaan dan pendanaan partai untuk kepentingan pencalonan caleg.

"Kami tunggu tidak ada pembinaan dan dana dari DPP Jateng. Jadi kami tidak mendaftarkan Bacaleg ke KPU," kata Adib.

Sebelumnya pihaknya telah mengeluarkan biaya untuk keperluan partai.

Oleh sebab itu, pihaknya tidak mau terus menerus membiayai partai tanpa ada sokongan dari DPP.

“Kantor saja bangunan milik saya sendiri, tidak perlu biaya. Kalau harus mengeluarkan dana terus, kami tidak mau,” katanya.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved