32 Rumah di Panggung akan Diratakan untuk Penambahan Jalur Kereta

32 Rumah di Panggung akan Diratakan untuk Penambahan Jalur Kereta. PT KAI akan memberikan ongkos bongkar bangunan

32 Rumah di Panggung akan Diratakan untuk Penambahan Jalur Kereta
tribunjateng/akhtur
Sosialisasi penertiban Aset Milik PT KAI Emplasemen Dipo Lokomotif Tegal Daop 4 Semarang di Pendopo Kelurahan Panggung, Kamis (19/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menambah jalur (Spoor) di wilayah Kota Tegal.

Namun, PT KAI harus melakukan penertiban terlebih dahulu terhadap rumah warga yang menempati aset miliknya di RT 04 dan RT 19, RW 7, Kelurahan Panggung, Tegal Timur, Kota Tegal.

Sebanyak 32 rumah akan ditertibkan dengan adanya ganti bongkar bangunan.

Hal itu disampaikan pada sosialisasi penertiban Aset Milik PT KAI Emplasemen Dipo Lokomotif Tegal Daop 4 Semarang di Pendopo Kelurahan Panggung, Kamis (19/7/2018).

Terkait hal ini, Camat Tegal Timur, Zainal Ali Mukti mengatakan, ada 32 rumah yang nantinya akan terkena dampak dari pengembangan atas penambahan jalur tersebut.

Maka dari itu, ia meminta agar warga memperhatikan arahan dari PT KAI karena dari pemerintah, khususnya pihak kecamatan, hanya menjembatani warga dengan PT. KAI.

"Harapan kami, pada pertemuan ini dan pertemuan selanjutnya sudah menjadi kewenangan PT. KAI," kata Zainal kepada Tribunjateng.com, Kamis (19/7/2018).

Sementara itu, Kapolsek Tegal Timur Kompol M Syahri mengungkapkan bahwa jajaran kepolisian, sangat berharap Kota Tegal aman atas penertiban ini.

"Kami juga dari kepolisian berpesan agar penertiban ini jangan sampai menyebabkan rasA persatuan dan kesatuan pudar," ungkap Syahri.

Sementara itu, Senior Manager (SM) Penjagaan Aset Dipo Lokomotif Tegal Daop 4 Semarang, Mario Edward Setyahadi menjelaskan, adanya penambahan jalur (spoor) untuk digunakan jalur mesin bubut underfloor dan spoor stabling.

Penambahan spoor ini untuk mendukung program angkutan penumpang.

Sehingga secara mekanisme, kata Mario, warga mendapat ganti ongkos bongkar bangunan permanen sebesar Rp 250 ribu per meter dan semi permanen Rp. 200 ribu per meter.

Ia juga mengungkapkan, PT KAI akan melaksanakan penertiban sekitar bulan September.

"Kami targetkan proses ganti bongkar bangunan maksimal selesai satu minggu. Sehingga kami memperkirakan untuk penertiban akan dilaksanakan 3 September 2018, karena akhir tahun ini, kami sudah harus melaporkan ke Pusat bahwa lahan tersebut sudah bebas," jelas Edward. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved