Pemilik Karaoke Zeus akan 'Dijemput' Penyidik Polrestabes Semarang

Polrestabes Semarang akan memanggil paksa pemilik karaoke Zeus sebagai orang terlapor dalam kasus dugaan penipuan

Pemilik Karaoke Zeus akan 'Dijemput' Penyidik Polrestabes Semarang
tribunjateng/dok
Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abioso Seno Aji 

Laporan Reporter Tribun Jateng, Rival Almanaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polrestabes Semarang akan memanggil paksa pemilik karaoke Zeus sebagai orang terlapor dalam kasus dugaan penipuan, penggelapan pajak, dan prostitusi.

Hal itu dilakukan karena terlapor hingga kini belum memenuhi panggilan kepolisian. Padahal surat pemanggilan pertama dan ke dua telah dilayangkan.

"Di sini saya sampaikan sekalian biar didengar pihak terlapor. Saya dapat laporan dari kasatreskrim sudah dilakukan dua kali upaya pemanggilan untuk dimintai konfirmasi namun tidak ada tanggapan," ungkap Kapolrestabes Kombes Pol Abioso Seno Aji.

Ditemui di XXI Paragon, Kamis (19/7/2018) ia mengungkapkan kini telah memerintahkan anggotanya untuk mengirim surat pemanggilan ke tiga sekaligus penjemputan paksa.

"Kami tegaskan jika ketika penyidik membutuhkan keterangan dari terlapor, sudah dilakukan pemanggilan tapi tidak mau hadir, bahkan mengelak-elak, ya terpaksa kami bawa karena kami butuh mendengarkan keterangannya," imbuh Abioso.

Ia juga menekankan hak terlapor untuk memberikan keterangan yang berbeda dengan pelapor. Ia hanya ingin mendapat keterangan dari dua belah pihak lalu membiarkan penyidiknya bekerja.

"Hari ini katakan A besok katakan B ya silakan saja, penyidik Polrestabes tidak sebodoh yang mereka bayangkan. Sepandai-pandainya tupai melompat nanti akan jatuh juga, lebih baik ngomong terbuka, apa adanya dan jujur," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Jefry Fransiskus (31) pemilik 10 persen saham di salah satu tempat karaoke di Jalan Sultan Agung di Kota Semarang melaporkan rekan bisnisnya ke Polrestabes karena merasa tertipu.

Ia mengadukan T sesama pemilik saham yang merupakan warga negara Korea. Jefry menyebut tidak pernah mendapat bagian dari keuntungan yang didapat dari karaoke.

Setelah ia menyelidiki pembukuan perusahaan tersebut ia justru mendapati beberapa pelanggaran lain di luar penipuan. Oleh karena itu ia melapor ke Polrestabes atas dugaan penipuan, penggelapan pajak, dan prostitusi terselubung.

"Namun kini yang menjadi fokus perhatian nampaknya lebih cenderung tentang dugaan pengemplangan pajaknya," beber Kapolrestabes.

Meski demikian, kini karaoke Zeus masih tetap beroperasi. Polisi belum melakukan penyegelan atau penutupan tempat hiburan malam tersebut.

"Zeus saat ini tetap jalan, tidak ada penyegelan. Kalau saya segel malah salah lagi nanti. Proses penyelidikan dan penyidikan saat ini masih jalan, kegiatan mereka juga tetep jalan juga," pungkas Abi. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved