Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Rosidah Nyaris Pasrah akhirnya Dibantu Guru Madrasah, Kini Lanjut Studi S2 di Belanda

Saat masuk pertama harus bayar uang kuliah Rp 6,5 juta dirinya hampir undur diri karena orangtua tak ada biaya.

Editor: iswidodo
TRIBUNJATENG/mahasiswa magang UIN
Saat masuk pertama harus bayar uang kuliah Rp 6,5 juta Rosidah hampir undur diri karena orangtua tak ada biaya. Kini dia dapat beasiswa kuliah di Belanda 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Dulu Siti Rosidah masuk Unnes melalui jalur SNMPTN (tanpa tes) di jurusan Biologi. Saat masuk pertama harus bayar uang kuliah Rp 6,5 juta dirinya hampir undur diri karena orangtua tak ada biaya.

Dia terus berdoa agar tetap bisa kuliah meski ekonomi terbatas. Akhirnya ada guru madrasahnya yang membantu bayar uang registrasi awal tersebut. Dan dia pun bisa melanjutkan studi di jurusan Biologi hingga lulus S1.

Menurutnya setelah kejadian tersebut ia semakin semangat dalam hal belajar.

“Sampai sekarang saya masih tidak menyangka bisa kuliah. Apalagi tiba-tiba dapet rezeki waktu sedang butuh-butuhnya,” kata Rosidah kepada tribunjateng.com, melalui mahasiswa UIN magang jurnalistik, Selasa (10/7/2018).

Saat masuk pertama harus bayar uang kuliah Rp 6,5 juta Rosidah hampir undur diri karena orangtua tak ada biaya. Kini dia dapat beasiswa kuliah di Belanda
Saat masuk pertama harus bayar uang kuliah Rp 6,5 juta Rosidah hampir undur diri karena orangtua tak ada biaya. Kini dia dapat beasiswa kuliah di Belanda (tribunjateng/magang UIN)

Sambil belajar dan kuliah, dia rajin mencari beasiswa untuk bisa bertahan kuliah hingga lulus. Sampai akhirnya ia mendapatkan beasiswa dari PT Angkasa Pura II.

Selain mengandalkan dana beasiswa, Siti Rosidah juga rajin menulis mengikuti lomba dan jadi juri debat bahasa Inggris.

Jikalau menang maka uangnya ia pakai untuk kebutuhan selama kuliah.

Meskipun harus bekerja selama beberapa bulan tetapi setelah itu ia memutuskan untuk mendaftar beasiswa LPDP.

Mahasiswa asal Jepara ini beruntung karena setelah lulus S1 di Unnes, ia mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan S2 di Universitas Wegeningen di Belanda.

“Selalu percaya diri. Jangan minder dengan background dari kampung atau dari sekolah kecil. Yang terpenting adalah niat dan usaha, perbanyaklah kebiasaan-kebiasaan yang kecil dan positif. Misalnya baca artikel minimal 1 dalam sehari serta mencatat rencana-rencana dan lain-lain. Karena dari kebiasaan kecil tersebut, kualitas kita terbentuk,” Tambahnya. (tribunjateng/mahasiswa UIN magang/Febbi Ferkhitilawati dan Laila Khoirun Nashihah)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved