Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Di Kabupaten Semarang, Ada 2 Calon Jamaah Haji Berusia 88 Tahun

Dari ratusan calon jamaah tersebut, jika merujuk pada database kami, tahun ini ada 2 orang yang berusia lanjut yaitu di usia 88 tahun

Penulis: deni setiawan | Editor: Catur waskito Edy
Tribun Jateng/Mamdukh Adi Priyanto
Jemaah calon haji 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pada 2018 ini, total ada sekitar 654 calon jamaah asal Kabupaten Semarang yang akan menjalankan ibadah di tanah suci. Mereka bakal terbagi menjadi 3 kelompok terbang (kloter).

“Dari ratusan calon jamaah tersebut, jika merujuk pada database kami, tahun ini ada 2 orang yang berusia lanjut --calon jamaah paling tua--. Yakni di usia 88 tahun. Adapun yang paling muda berusia 25 tahun,” terang Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Semarang Drs Muhdi.

Kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/7/2018), Muhdi menyampaikan, kedua jamaah berusia lanjut tersebut atas nama Salamah Kasan Raji asal Kecamatan Bergas dan Basroni Ahmad Denan asal Kecamatan Tengaran.

“Sementara jamaah termuda adalah Siti Nurcholifah. Yang bersangkutan bertempat tinggal di Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang. Sesuai identitas, Siti kelahiran 2 Desember 1993,” tuturnya.

Berkait teknis pemberangkatan para calon jamaah tersebut, dia menerangkan. Kloter 75 sebanyak 11 jamaah. Akan diberangkatkan pada 7 Agustus 2018 dan masuk ke Asrama Haji Donohudan pukul 16.00.

“Lalu Kloter 76 sebanyak 355 jamaah yang diberangkatkan serta masuk ke asrama pada 7 Agustus 2018 pukl 19.00. Dan sisanya, Kloter 77 sebanyak 288 jamaah yang berangkat pada 8 Agustus 2018 serta masuk ke asrama pukul 06.00,” bebernya.

Apabila disusun secara global, lanjutnya, untuk jumlah calon jamaah laki-laki pada tahun ini sebayak 333 orang dan perempuan 321 orang. Seluruh tahapan pun sudah dilakukan dan saat ini mereka dinyatakan siap berangkat.

“Pada tahun ini ada regulasi dan anjuran khusus dari kami. Yakni koper para jamaah akan diberi tanda sesuai sektor, rombongan, serta wilayah tempat tinggal selama di Arab Saudi. Perekaman data biometrik pun akan dilakukan di Embarkasi Adi Soemarmo Surakarta,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk perekaman tersebut bakal dilakukan menjelang para jamaah diberangkatkan ke tanah suci. Sehingga mereka tidak perlu antri lama di Bandara Arab Saudi. Anjuran lain, secara umum adalah agar senantiasa menjaga kondisi tubuh (kesehatan).

“Kami sudah minta kepada mereka untuk siap mental serta fisik secara prima. Kalau masih ada yang bingung, jangan sungkan tanyakan kepada kami. Tolong pelajari pula buku pedoman atau panduannya seperti yang telah kami terangkan saat pelaksanaan manasik haji,” tutur Muhdi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved