Pemkab Pekalongan Serius Benahi Pasar Tradisional untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Selain dua pasar tersebut rencananya tiga pasar lainnya yaitu Pasar Doro, Pekajangan dan Pasar Pusat UMKM di Kedungwuni juga akan direhab

Pemkab Pekalongan Serius Benahi Pasar Tradisional untuk Pacu Pertumbuhan Ekonomi
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membuka acara ground breaking pembangunan Pasar Bligo yang terletak di Kecamatan Buaran Kabupaten Pekalongan, Jumat (20/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Usai melaksanakan pembangunan di Pasar Kedungwuni yang menelan dana Rp 100 miliar, kini Pemkab Pekalongan melakukan pembenahan di Pasar Bligo di Kecamatan Buaran, Jumat (20/7/2018).

Selain dua pasar tersebut rencananya tiga pasar lainnya yaitu Pasar Doro, Pekajangan dan Pasar Pusat UMKM di Kedungwuni juga akan direhab secara berkala oleh pemkab.

Mendengar kabar tersebut, beberapa pedagang menyambut gembira karena pasar yang digunakan untuk berdagang sudah terlalu tua dan butuh penataan ulang.

Seperti pasar Pekajangan yang sudah berusia 60 tahun, bangunan dan sanitasi dibpasar tersebut terlampau tua dan banyak kerusakan di beberapa bangunan pasar.

Muhammad Hisyam (40) satu di antara pedagang di Pasar Pekajangan sangat berharap rencana pembangunan pasar segera direalisasikan untuk menunjang kegiatan jual beli dan meningkatkan omset pedagang pasar.

"Di Pasar Pekajangan ada 216 pedagang, dan kebanyakan sangat berharap pasar segera direnovasi, karena beberapa bangunan dan jalur air banyak yang rusak," katanya.

Ia menambahkan, jika fasilitas memadai serta aman dan kebersihan terjaga pembeli bakal betah berlama-lama mengunjungi pasar.

"Kalau pasar bersih dan bagus kami yakin pembeli banyak yang datang, dan omset para pedagang pasti naik," paparnya.

Adapun Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, akan merealisasikan harapan pedagang dengan membangun lima pasar yang ada di Kabupaten Pekalongan.

"Pemerintah Kabupaten Pekalongan, bakal merealisasikan visi misi guna menyejahterakan masyarkat, satu di antara ukuran kesejahteraan adalah keberpihakan pemerintah terhadap para pedagang. Tahun ini akan dibangun lima pasar, satu di antaranya adalah pusat UMKM," tutur Asip.

Adapun jumlah UMKM yang ada di Kabupaten Pekalongan dituturkan Asip sebanyak 53 ribu, selain pedagang pihaknya akan memerkan produk unggulan UNKM di pasar tersebut.

"Pasar Kedungwuni sudah berjalan pembangunannya, kini Pasar Bligo yang akan dibangun, nanti akan bertahap dengan membangun Pasar Doro, Pekajangan dan Pusat UMKM," terangnya.

Adapun dana yang digunakan dalam pembangunan Pasar Bligo bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 1,22 miliar dan akan dikerjakan selama 150 hari dimulai pada 20 Juli.

Dipasar Bligo ada 120 pedagang, dan luas pasar 735 meter persegi. Setelah Pasar Bligo, Pasar Pekajangan juga akan disentuh dengan biaya Rp 1,29 miliar. Kami sangat berharap dengan adanya pasar baru bisa menjadi pematik pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Pekalongan," timpalnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved