Aturan Baru Buat Proses Revitalisasi Pasar Cinde Kota Tegal Tersendat

Peraturan yang diubah adalag Perpres nomor 70 tahun 2012 menjadi Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah.

Aturan Baru Buat Proses Revitalisasi Pasar Cinde Kota Tegal Tersendat
akhtur gumilang

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Proses Revitalisasi Pasar Cinde di Kelurahan Kraton, Tegal Barat, Kota Tegal, tersendat adanya aturan baru.

Hal itu terjadi karena adanya perubahan Peraturan Presiden (Perpres) tentang pengadaan barang dan jasa sehingga membuat pendaftaran lelang yang rencananya akan dilakukan setelah lebaran, akhirnya tertunda.

Kasie Pengembangan dan Pemeliharaan Pasar Dinkop, UKM dan Perdagangan Kota Tegal, Yudi Arianto mengatakan bahwa adanya peraturan presiden (Perpres) yang baru membuat pihaknya kebingungan.

Sebab, perubahan itu terjadi secara mendadak dan diketahui setelah lebaran.

Peraturan yang diubah adalag Perpres nomor 70 tahun 2012 menjadi Perpres nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa oleh pemerintah.

Menurut Yudi, banyak aturan yang sudah dirubah dalam Perpres tersebut sehingga bidang pasar harus menunggu sosialisasi dan kajian dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

"Apakah tetap mengggunakan Perpres yang lama atau baru, kalau yang lama kita langsung buka pendaftaran lelang tetapi kalau yang baru menunggu proses dari LKPP," kata Yudi kepada Tribunjateng.com, Jumat (20/7/2018).

Yudi mengungkapkan, dengan adanya aturan yang baru tersebut, membuat proses pendaftaran lelang belum dibuka.

Sebab, prosesnya berkaitan dengan penggunaan payung hukum terhadap Perpres yang akan digunakan.

Untuk proses lelang dari LKPP, ia merencanakan minggu ini ada sosialisasi.

Saat memang diperbolehkan, maka pihaknya akan langsung membuka pendaftaran lelang dan dilanjutkan revitalisasi.

"Tetapi kalau menggunakan Perpres yang baru, harus dipelajari terlebih dahulu," ungkap Yudi.

Yudi menjelaskan bahwa pasar darurat yang berada di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Kota Tegal memang belum bisa digunakan saat ini.

"Kami masih bingung, karena waktu terus berjalan. Sedangkan Pasar Darurat yang ada di dekat Jalingkut, sementara dibiarkan seperti itu," jelas Yudi. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved