Kerukan Sedimentasi BKT akan Dibuang di Lahan Tambak Terboyo Kulon

Proses normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) hingga sejauh ini masih berjalan.

Kerukan Sedimentasi BKT akan Dibuang di Lahan Tambak Terboyo Kulon
tribunjateng/hermawan handaka
Kawasan tambak Terboyo Kulon akan diuruk menggunakan tanah kerukan sedimentasi Banjir Kanal Timur yang sedang proses normalisasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proses normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) hingga sejauh ini masih berjalan. Hanya saja, keterbatasan area pembuangan (disposal) tanah kerukan sedimentasi sungai menjadi kendala percepatan normalisasi yang dilakukan.

"Kendala normalisasi Sungai BKT memang di disposal. Kan yang PKL dan hunian sudah berangsur pindah. Karena kekurangan tempat disposal maka lahan (tambak) ini dijadikan area," kata Konsultan proyek normalisasi Sungai BKT, Dodi Indrawirawan, di lokasi tambak, Senin (23/7/2018).

Ia menuturkan, awalnya pihaknya mencoba untuk langsung membuang tanah sedimentasi ke area tersebut yaitu pada 10 Juli lalu. Hanya saja langkah tersebut dihalangi dan ditolak para pengelola tambak karena ikan belum dipanen.

Karena itu, pihaknya melaporkan ke Wali Kota Semarang hingga kemudian dibantu Satpol PP mengamankan area tersebut. Ia mengklaim, pengosongan lahan tambak juga sudah sesuai prosedur yang diawali proses sosialisasi dan pemberitahuan.

"Pengurukan tambak untuk disposal ini berdasarkan SK Walikota. Kita sudah mencoba tapi tidak berhasil. Kita lapor Walikota dan diberi tempat di sini. Nanti ini menjadi disposal sampai proses pengerukan selesai," jelasnya.

Dodi memaparkan, tidak semua tambak nantinya diuruk tanah sedimentasi. Luasan area tambak yang akan digunakan sebagai disposal sekitar 5-6 hektar saja.

Dari luasan tersebut, nantinya menjadi disposal untuk 900.000 kubik tanah sedimentasi sungai yang dikeruk dari hulu sampai hilir.

"Volume buangan dari hulu sampai hilir sekitar 900.000 kubik. Area ini cukup. Dan tidak semua tambak kami uruk hanya 5-6 hektar saja," paparnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved