Daging Ayam Sentuh Rp 40 Ribu/Kg

Pedagang daging ayam di pasar Karangayu mengatakan, tingginya harga daging ayam itu bikin pedagang kesulitan menjualnya.

Daging Ayam Sentuh Rp 40 Ribu/Kg
Tribun Jateng/Dhian Adi Putranto
Pedagang daging ayam di Pasar Simongan melayani pembelinya,Selasa (19/6/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah telur, harga daging ayam di beberapa pasar di Kota Semarang terpantau melonjak. Bahkan, karena lonjakan harga itu, harga daging ayam di Semarang lebih tinggi dibanding saat Lebaran lalu.

Misalnya di Pasar Karangayu. Senin (23/7) kemarin, harga daging ayam terpantau menyentuh Rp 38 ribu per kilogram. Harga itu lebih mahal Rp 2 ribu dibanding Lebaran lalu yang hanya Rp 36 ribu per kilogram.

Pedagang daging ayam di pasar Karangayu, Surip mengatakan, tingginya harga daging ayam itu bikin ia dan rekannya sesama pedagang kesulitan menjualnya. Bahkan karena kesulitan menjual, Surip harus memasarkan daging ayamnya tanpa mengambil untung alias dijual dengan harga modal.

"Sekarang ini konsumen hanya beli setengah kilogram. Yang biasa beli banyak juga paling beli 1 kilogram," kata dia kemarin.

Bukan hanya di Pasar Karangayu, harga daging ayam di Pasar Peterongan bahkan terpantau lebih mahal.

Menurut penjual daging ayam di pasar tersebut, Sinar, saat ini harga daging ayam potong bervariasi antara Rp 39 ribu hingga Rp 40 ribu.

Menurutnya, harga daging ayam terus naik sejak Lebaran lalu. "Belum pernah turun. Malah naik sedikit demi sedikit," jelas dia.

Hal yang sama juga terjadi di Pasar Gayamsari Semarang. Terpantau, harga daging ayam di pasar itu menyentuh Rp 40 ribu per kilogram atau naik Rp 2 ribu dari sebelumnya Rp 38 ribu per kilogramnya.

Menurut pedagang daging ayam di Pasar Gayamsari, Nuryani, kenaikan harga terjadi sejak tiga hari lalu dan masih bertahan hingga Senin (23/7) kemarin. Tingginya harga komoditas itu, Nuryani mengaku cukup kewalahan lantaran kesulitan menjualnya.

"Semoga pemerintah bisa bikin harga segera stabil agar kami tidak kesulitan menjual ke konsumen," harapnya.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Semarang, Bachtiar Effeny mengatakan, pemerintah akan segera menindaklanjuti kenaikan harga komoditas. Menurutnya, Presiden Joko Widodo akan langsung memimpin rapat koordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) pada 26 Juli mendatang.

Sebelumnya, TIPD semarang juga telah menggelar rapat koordinasi dengan dinas terkait, Jumat (20/7). Menurut dia, berdasarkan hasil rapat itu, kenaikan harga disebabkan disebabkan tingginya harga pakan dan minimnya stok bibit ayam. (fap/lyz)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved