Guru Bersertifikasi dan Kepsek di Kota Semarang akan Dapat Tambahan Penghasilan

Guru Bersertifikasi dan Kepsek di Kota Semarang akan Dapat Tambahan Penghasilan

Guru Bersertifikasi dan Kepsek di Kota Semarang akan Dapat Tambahan Penghasilan
tribunjateng/m zainal arifin
Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, berdialog dengan siswi SDN Tembalang saat melakukan tinjauan, Selasa (24/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zaina Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Senyum merekah di wajah Endang Rahayu Astuti kala mengetahui bahwa di tahun depan dirinya bersama seluruh guru bersertifikasi, pengawas sekolah, dan kepala sekolah negeri di Kota Semarang akan mendapatkan tambahan penghasilan.

Astuti yang merupakan kepala sekolah SD Negeri Tembalang, Kota Semarang mengaku sangat bersyukur dengan kebijakan yang diambil oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, tersebut.

"Bagi saya sendiri selama ini tunjangan kepala sekolah dengan guru itu selisihnya hanya 125 ribu rupiah, sehingga dengan adanya kebijakan ini menambah semangat kami semua," tutur Astuti.

Astuti yakin kebijakan ini akan berimbas pada peningkatan kualitas pendidikan di Kota Semarang. Pasalnya, pendidik dapat lebih optimal dan fokus dalam menjalankan tugasnya.

Perihal kebijakan tambahan tunjangan penghasilan bagi pendidik pada sekolah negeri di Kota Semarang itu diketahui Astuti ketika Hendi, sapaan Hendrar Prihadi, meninjau SD Negeri Tembalang yang dipimipinnya, Selasa (24/7/218). Selain berbincang dengan para guru, Hendi juga menyempatkan diri berdialog dengan para murid.

Terkait kebijakan pemberian tambahan penghasilan kepada para pendidik sekolah negeri di Kota Semarang, Hendi menuturkan jika prosesnya sudah sampai pada pengajuan ke DPRD Kota Semarang.

"Hari ini sedang kami ajukan ke DPRD, dan bila pola ini disetujui oleh teman-teman dewan, maka dipastikan seluruh guru bersertifikasi, pengawas sekolah, dan kepala sekolah mulai tahun 2019 akan mendapatkan tambahan tunjangan penghasilan," jelasnya.

Dalam usulan Pemerintah Kota Semarang terkait tambahan tunjangan penghasilan sendiri, tak kurang dari anggaran sebesar Rp 90 miliar. Dirancang guna menyejahterakan lebih dari 4.600 tenaga pendidik di bawah Pemerintah Kota Semarang.

Hendi pun menyatakan optimis kebijakannya tersebut dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Semarang. Hal itu disampaikannya dalam rapat paripurna sehari sebelumnya di hadapan seluruh anggota dan pimpinan DPRD Kota Semarang.

Selain memberikan tambahan tunjangan penghasilan, Hendi saat di SD Negeri Tembalang juga menegaskan akan intens berkeliling mengecek kondisi fasilitas pendidikan di Kota Semarang.

"Tidak boleh ada lagi sekolah di Semarang yang infrastrukturnya jelek, maka untuk SD SMP khususnya yang negeri saya tekankan kepada Kepala Dinas Pendidikan yang baru bahwa fasilitasnya harus baik", tegas Hendi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri yang baru dilantik beberapa hari yang lalu, menyatakan realisasi program SD SMP swasta gratis yang dirancang oleh Wali Kota Hendi Semarang nantinya juga akan menjadi upaya peningkatan kualitas pendidikan di Kota Semarang.

"Dengan tanpa biaya pasti peminat sekolah swasta juga akan bertambah, sehingga bisa terdorong peningkatan kualitas pendidikannya. Terkait ini akan kami realisasikan juga mulai 2019 dengan bertahap pada beberapa sekolah," kata Gunawan. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved