Breaking News:

Panwaslu Kota Tegal : Masalah Pilwakot Lalu Banyak Disebabkan Masalah Psikis KPPS

temuan sejumlah pelanggaran di beberapa TPS saat Pilwakot lalu disebabkan masalah psikis anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: galih permadi
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Panwaslu Kota Tegal menggelar rakor bersama Bawaslu Jateng, Selasa (24/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Tegal Divisi SDM, Nurbaeni menyebut bahwa temuan sejumlah pelanggaran di beberapa TPS saat Pilwakot lalu disebabkan masalah psikis anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).

Menurut Nurbaeni, munculnya masalah psikis itu menyebabkan kesalahan teknis di beberapa TPS yang diduga terdapat pelanggaran.

Ia menceritakan, kesalahan teknis biasanya muncul saat memasukan jumlah hasil penghitungan suara pada form C1.

"Jadi, ketika para saksi meminta form hasil C1 KWK yang berhak mereka dapatkan, ada beberapa KPPS justru memberikan dalam keadaan kosong tetapi sudah tertandatangani. Di sana letak kesalahannya," terang Nurbaeni kepada Tribunjateng.com, Selasa (24/7/2018).

Ia mengungkapkan bahwa kesalahan-kesalahan teknis itu karena faktor psikis anggota KPPS yang terburu-buru hendak menyelesaikan tugas.

Akibatnya, kata Nurbaeni, penulisan hasil jumlah suara oleh anggota KPPS tidak sesuai dengan form C1 Flano.

"Karena terburu-buru ingin pulang, jadi menyebabkan penulisan tidak cermat. Akibatnya, muncul salah tulis yang menimbulkan persepsi adanya selisih suara," tambahnya.

Maka dari itu, pihaknya kini telah bersiap melakukan serangkaian bimbingan teknis (bimtek) bagi seluruh perangkat pemilihan sedini mungkin.

Tak hanya itu, Panwaslu Kota Tegal pun kini telah menggelar rapat kordinasi (rakor) evaluasi Pilkada dengan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah guna menyambut Pemilihan Legislatif (Pileg) yang terselenggara tahun depan.

Rakor tersebut diselenggarkan Selasa (24/7/2018) ini di Plaza Hotel, Kota Tegal bersama Bawaslu Jateng.

"Hal ini harus dipersiapkan. Sosialisasi haru dilakukan sedini mungkin agar tidak memunculkan kesalahan-kesalahan kecil yang dapat berakibat fatal. Sebab, pada Pileg nanti akan berlangsung lama hingga malam," pungkas Nurbaeni.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved