Pembangunan Pasar Klewer Timur Masih Tanda Tanya, Pedagang Resah

Subagiyo menyatakan, hingga hari ini pihaknya belum bisa memberi kepastian kapan Pasar Klewer Timur dibangun

Pembangunan Pasar Klewer Timur Masih Tanda Tanya, Pedagang Resah
Tribun Jateng/Suharno
Pasar Klewer 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akbar Hari Mukti

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Hingga saat ini pembangunan Pasar Klewer Solo masih tanda tanya. Sebab pembangunan masih terganjal pencairan anggaran revitalisasi Pasar Klewer sisi timur yang belum diberikan oleh Pemerintah Pusat. Adapun, para pedagang yang menempati pasar darurat di Alun-alun Lor mengaku resah terkait hal tersebut.

Ketua Paguyuban Pasar Klewer Timur, Sutarso, menuturkan bila progress pengerjaan pasar hingga saat ini yakni meratakan bangunan lama pasar tersebut. Itu pun berhenti sejak bulan Ramadan lalu.

"Jadi hingga saat ini belum ada pembangunan lanjutan. Kalau kami inginnya segera dibagunkan gedung baru," paparnya, Selasa (24/7/2018).

Sutarso bersama para pedagang lain mengaku telah menanyakan kejelasan pembangunan pasar kepada Pemkot Solo.

Dari informasi Pemkot Solo, ia menerangkan kesepakatan biaya pembangunan masih menunggu dana dari APBN.

Maka pembangunan pasar di sisi timur menurutnya berpotensi molor hingga waktu yang belum ditentukan.

"Pembangunan rencananya menggunakan APBN. Jika harus menunggu dana tersebut cair, pembangunan bakal tambah lama," keluhnya.

Ia pun menjelaskan, Pemkot akhirnya menyewa kembali lahan Alun-alun Lor Keraton Solo setahun lagi hingga 2019.

"Kalau boleh kami para pedagang ingin sewa lahan di alut agar tidak menjadi beban Pemkot. Tapi kami ingin segera ada pembangunan pasar tersebut," urai dia.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Subagiyo menyatakan, hingga hari ini pihaknya belum bisa memberi kepastian kapan Pasar Klewer Timur dibangun.

Menurutnya Pemkot Solo masih menunggu keputusan Kementerian Perdagangan RI dan Kementerian BUMN terkait dana pembangunan Pasar Klewer sisi timur.

"Wali Kota Solo sudah berkirim surat dengan Presiden RI Joko Widodo terkait pembangunan pasar. Presiden telah melimpahkan kepada Kementerian perdagangan dan Kementerian BUMN dengan menggunakan dana corporate social responsibility (CSR)," terangnya.

Ia pun menjelaskan, bila akhirnya dalam masa tunggu pencaiaran dana dari kementerian tersebut tak kunjung diberi, pemkot berinisiatif menggunakan APBD tahun 2019. (*)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved