Rabu, 8 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pilpres 2019

Pengamat Politik Universitas Paramadina Nilai Prabowo Paling Siap 'Imbangi' Jokowi

Mau pakai hasil survei mana pun memang begitu, Prabowo yang paling siap menghadapi Jokowi

tribunnews.com/setpres
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara dan Wapres Jusuf Kalla berbincang dengan Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto (dua kiri) usai mengikuti prosesi pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta di Istana Negara, Jakarta, Senin (16/10/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Yayan Isro' Roziki

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketokohan dan nama besar Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, dinilai merupakan yang paling siap untuk mengimbangi pertarungan melawan Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan presiden (Pipres) 2019 mendatang. ‎Hal ini diungkapkan oleh pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio.

"Paling realistis untuk melawan Jokowi adalah Prabowo. Mau pakai hasil survei mana pun memang begitu, Prabowo yang paling siap menghadapi Jokowi‎," kata pengamat yang karib disapa Hensat, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/7).

Oleh karenanya, menurut Hendri, Gerindra tak boleh menjadikan mantan Danjen Kopassus itu sebagai sosok 'king maker', lalu memberikan mandat calon presiden (Capres) kepada figur lain. Terlebih, jika figur itu merupakan orang yang bukan dari kalangan internal partai.

Ditandaskan Hendri, ketokohan Prabowo dan nama besar Gerindra merupaka dua entitas yang telah menyatu dan sulit dipisahkan. "Kekuatan Gerindra ada dalam Prabowo, itu sudah dibukatikan dalam berbagai gelaran Pilkada," tandas founder lembaga survei Kelompok Diskui dan Kajian Opini Publik (KedaiKOPI) ini.

Lantaran ketokohan Prabowo, tak sedikit pasangan calon (paslon) yang diusung Gerindra ‎memperoleh kemenangan. Atau palin tidak, memberi kejutan dan nyaris menumbangkan calon yang begitu diunggulkan, di luar prediksi sebelumnya.

"Yang harus dipertimbangkan adalah coattail effect di pemilihan calon anggota legislatif (Pileg). Siapa lagi yang bisa menjaga perolehan suara Gerindra, kalau bukan Prabowo," ucapnya.

Dituturkan, kehadiran Prabowo dalam pertarungan Pilpres, akan sangat‎ berdampak dengan elektabilitas Gerindra dalam Pilreg. Seperti diketahui, pada 20019 gelaran Pilrpres dan Pileg dilangsung secara bersamaan.

"Selain Prabowo, siapa lagi yang bisa 'dijual'? Anies mau dijual? Enggak bisa, gak mampu, harus Prabowo," tutur dia.

Disinggung berhembusnya wacana menjadikan Prabowo sebagai 'king maker', menurut Hendri, itu lantaran kesenjangan elektabilitas antara Jokowi dan sanga mantan Danjen Kopassus. Akan tetapi, sambungnya, hal itu bisa diatasi dengan mencari pendamping yang tepat, yang mampu mendongkrak elektabilitas Prabowo.

Menurut dia, persoalan Prabowo saat ini hanya urusan logistik untuk menghadapi pertarungan. "Pertemuan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), saya kira juga akan berkait dengan itu," urainya.

Dikatakan, Presien Joko Widodo menggelar pertemuan dengan enam petinggi partai politik (parpol) di Istana Bogor, kemarin. Hasil pertemuan itu, disinyalir untuk memantapkan nama yang didapuk menjadi pendamping Jokowi dalam Pilpres 2019 mendatang.

Di sisi lain, Prabowo ‎juga bertemu dengan petinggi parpol di luar kubu koalisi pemerintahan, semisal PAN, PKS, PBB, serta Partai Berkarya. Pertemuan dengan tajuk silaturrahim Persaudaraan Alumni 212 itu menyatakan dukungan kepada Prabowo untu maju sebagai calon presiden di 2019. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved