Breaking News:

Tim Dinkes Provinsi Jateng Kunjungi Sekolah Penderita Difteri, Ini Yang Dilakukan

Keluarga pasien yang meninggal akibat difteri di Genuksari, mengakui tak memberi imunisasi kepada anak-anaknya.

Penulis: Bare Kingkin Kinamu | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Kunjungan Dinas Kesehatan Jateng, Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan Kementerian Kesehatan ke Sekolah Ma'had Ta'zhinus Sunnah, Genuksari, Selasa (24/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kesehatan Kota Semarang, dan tim Kementerian Kesehatan berkunjung ke Sekolah Ma'had Ta'zhinus Sunnah, Jalan Dongbiru II, Genuksari, Semarang, Selasa (24/7/2018).

Sekolah ini merupakan tempat sehari-hari B (12) menimba ilmu.

B adalah pasien yang meninggal karena difteri di RSUP Kariadi, Kamis (19/7/2018) lalu.

Kunjungan ini bertujuan menegaskan pentingnya imunisasi dalam mencegah berbagai penyakit menular, satu di antaranya difteri.

"Kasus difteri di Kota Semarang ada di dua kecamatan, mencakup tiga Kelurahan. Penderita difteri ada tujuh orang, dua di antaranya meninggal. Ketujuh orang ini riwayat imunisasinya sejak bayi adalah nol atau tidak melakukan imunisasi sama sekali," tutur Kepala Dinas Kota Semarang, dr. Widoyono, MPH.

Dua kecamatan yang dimaksudkannya adalah Genuk dan Bangetayu.

Adapun keluarga pasien yang meninggal akibat difteri di Genuksari, mengakui tak memberi imunisasi kepada anak-anaknya.

Mengetahui hal tersebut, tim dari Dinkes Jateng, Dinkes Kota Semarang, dan Kementerian Kesehatan ini memberi pengertian mengenai pentingnya imunisasi untuk anak-anak sejak dini.

Mereka bertemu orangtua B, guru sekolah B, dan kepala sekolahnya di Genuksari.

"Bagi yang belum divaksin monggo, mari kita berduyun-duyun datang ke Posyandu dan Puskesmas terdekat. Jadi anak-anak kita aman dari penyakit yang bisa dicegah oleh imunisasi," tutur Kepala Bidang P2 Dinkes Kota Semarang, dr. Mada Gautama Soebowo, M. Kes ephit, dalam kunjungan ini.

Dia menandaskan, imunisasi merupakan salah satu cara untuk mencegah anak terkena penyakit.

"Semoga kejadian ini memberikan hikmah dan kejadian serupa tidak terulang kembali di Kota Semarang pada khususnya, Indonesia pada umumnya," imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Subur Hadi Marhaento, S.KM, M.Kes, mengemukakan hal yang sama.

"Kami harapkan seluruh warga di wilayah Jawa Tengah untuk mengimunisasikan anak-anaknya di pelayanan kesehatan terdekat. Hal ini bisa mencegah anak dari penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi," jelas Subur Hadi. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved