BBWS Pemali Juana Pastikan Wilayah Genuk Segera Bebas Banjir dan Rob

Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno mengatakan, percepatan dua paket pekerjaan di sungai selesai akhir 2018

BBWS Pemali Juana Pastikan Wilayah Genuk Segera Bebas Banjir dan Rob
tribunjateng/dok
Tanah kerukan sedimentasi di BKT dibuang untuk menguruk tambak di Terboyo 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana mengebut pekerjaan normalisasi dan pembangunan bendungan atau dam di dua sungai yang berada di Genuk, Kota Semarang. Kedua sungai tersebut yaitu Sungai Sringin dan Tenggang.

Kepala BBWS Pemali Juana, Ruhban Ruzziyatno mengatakan, percepatan dua paket pekerjaan di sungai yang melintasi Semarang Timur dan Genuk tersebut diharapkan selesai akhir 2018 ini. Sehingga, pada musim penghujan yang akan datang sudah dapat difungsikan.

"Dua paket pekerjaan di Sungai Tenggang dan Sringin, masing-masing pintu dam selesai 2018 ini. Dengan adanya itu, rob dan banjir di wilayah sana, khususnya di Genuk dan sekitarnya bisa teratasi," kata Ruhban, Rabu (25/7/2018).

Sesuai jadwal, proyek di dua sungai tersebut sebenarnya akan selesai 2019 mendatang. Namun, BBWS melakukan percepatan berdasarkan arahan dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar diselesaikan 2018 ini.

Dalam pekerjaan tersebut, meliputi pembuatan tanggul dengan ketinggian 2,75 meter. Pembuatan tanggul sudah selesai dilakukan dan tinggal pembuatan dam yang dilengkapi pompa. Dam tersebut yang nantinya sebagai pintu pengendali banjir dan rob yang kerap melanda wilayah Genuk dan sekitarnya.

"Pompa tersebut berada di hilir sungai Sringin dengan kapasitas 10.000 liter per detik dan di hilir sungai Tenggang dengan kapasitas 12.000 liter per detik," jelasnya.

Dengan kapasitas tersebut, lanjut Ruhban, maka setiap Sungai Sringin dan Tenggang terisi air hujan atau rob, maka langsung dibuang ke laut. Sehingga air yang menggenang di jalan maupun kawasan permukiman langsung kering.

"Kalau kemarin kan susah buang air banjir yang merendam karena air laut lebih tinggi. Sehingga bagian hilir sungai dibendung agar air tidak masuk. Nantinya pembuangan air lebih mudah karena pakai pompa dengan kapasitas yang besar," jelasnya.

Sementara itu, Camat Genuk, Ali Muchtar berharap wilayah yang dipimpinnya benar-benar terhindar dari banjir yang sudah menjadi langganan tiap tahunnya. Menurutnya, pembangunan di Sungai Tenggang dan Sringin memang menjadi kunci terbebasnya wilayah Genuk dan bencana tahunan tersebut.

"Sepanjang pompa yang dipasang memang kapasitas besar, banjir pasti tertangani. Kalau rob, dengan ditutupnya Sungai Sringin dan Tenggang, ya sudah tidak ada rob lagi," katanya.

Menurutnya, kapasitas pompa yang dipasang di bendungan Sungai Sringin dan Tenggang harus sesuai dengan debit air yang ada. Sehingga, air tidak menggenang saat terjadi hujan. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved