Pekalongan Jadi Pilot Project Sertifikasi Pekerja di Bidang Jasa Konstruksi

Kota dan Kabupaten Pekalongan dijadikan Pilot Project sertifikasi pekerja di bidang jasa konstruksi

Pekalongan Jadi Pilot Project Sertifikasi Pekerja di Bidang Jasa Konstruksi
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Ratusan pekerja berkumpul di Kawasan GOR Jatayu Kota Pekalongan untuk mendapatkan sertifikat pekerja di bidang jasa konstruksi, Rabu (25/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kota dan Kabupaten Pekalongan dijadikan Pilot Project sertifikasi pekerja di bidang jasa konstruksi, pasalnya baik kota maupun kabupaten diprediksi memiliki jumlah pekerja di bidang jasa konstruksi yang lumayan banyak.

Sertifikasi yang dilakukan oleh Direktorat Jendral Bina Konstruksi Kementrian PUPR tersebut disambut gembira oleh ratusan pekerja di bidang jasa konstruksi yang ada di Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Satu di antaranya Supriyono (48) warga Kabupaten Pekalongan, ia sangat berharap dengan adanya sertifikasi statusnya bisa diakui sebagai tenaga ahli.

"Kami sangat berharap dengan adanya sertifikasi, para pekerja kasar di bidang jasa konstruksi bisa diakui, dan mendapat upah setimpal," jelasnya saat ditemui Tribunjateng di acara Lounching Kegiatan Sertifikasi Pekerja di Kawasan GOR Jatayu Kota Pekalongan, Rabu (25/7/2018).

Direktur Bina Investasi dan Infrasturkur Direktorat Jendral Bina Konstruksi Kementrian PUPR, Masriyanto menerangkan, 500 pekerja bangunan dari Kota dan Kabupaten Pekalongan hadir dalam penyematan sertifikasi di Kawasan GOR Jatayu.

"Targetnya bisa memberikan sertifikasi 10 ribu pekerja bangunan di seluruh Indonesia, dan di Kota Pekalongan merupakan pertama kalinya dilkasanakan," ujarnya.

Masriyanto menambahkan diundang-undang tenaga kerja diwajibkan para pekerja memiliki sertifikasi, hal tersebut yang akan diwujudkan oleh Direktorat Jendral Bina Konstruksi Kementrian PUPR.

"Mengingat populasi pekerja di bidang jasa konstruksi di Kota dan Kabupaten Pekalongan besar, maka dari itu kami melaksanakan kegitan sertifikasi ini dan kegiatan kali ini kami jadikan pilot projek d Indonesia," katanya.

Adapun manfaat memiliki sertifikasi, dijelaskan Masriyanto. Para pekerja bisa distandarisasi dan akan menjadi tenaga ahli.

"Dengan tujuan utama, para pekerja diakui karena bersetifikat, pastinya standar gaji juga akan berbeda jika memiliki sertifikat ketrampilan khusus," timpalnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved