Breaking News:

1.000 Rumah di Tegal Barat Belum Punya Jamban, Dinkes Rangkul Kader STBM

1.000 Rumah di Tegal Barat Belum Punya Jamban, Dinkes Rangkul Kader Sanitasi Total Berbasis Masyarakat STBM

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: iswidodo
tribunjateng/Akhtur Gumilang
Kasi Penyehatan Lingkungan dan Keselamatan Kerja Dinkes Kota Tegal Siti Halamah saat pelatihan kader STBM di Puskesmas Kecamatan Tegal Barat, Kamis (26/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Kader Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Kecamatan Tegal Barat diminta untuk semakin serius menangani masalah sanitasi agar mengurangi wilayah kumuh di Kota Tegal.

Pasalnya, 4,8 ton kotoran manusia se-Kota Tegal terbuang ke saluran air per harinya.

Hal itu diungkapkan Kasi Penyehatan Lingkungan dan Keselamatan Kerja Dinkes Kota Tegal Siti Halamah saat pelatihan kader STBM di Puskesmas Kecamatan Tegal Barat, Kamis (26/7/2018).

Melalui kader STBM yang tersebar di empat Kecamatan di Kota Tegal, Halamah mengajak agar bisa serius dan optimal dalam menangani masalah sanitasi.

Terutama, pihak Dinkes bersama para Kader STBM ingin mengubah perilaku masyarakat untuk tidak BAB Sembarangan.

"Di wilayah Kecamatan Tegal Barat sebanyak 101 kader STBM. Untuk itu, peran kader untuk memandirikan dan mengubah perilaku masyarakat sangat diperlukan," kata Siti Halamah kepada Tribunjateng.com.

Apabila itu terus dibiarkan, problem sanitasi dapat memunculkan bakteri dan penyakit yang kian berkembang.

Lebih lanjut, Halamah juga mengungkapkan untuk daerah dengan sanitasi rawan dan bisa disebut zona merah adalah di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat.

Menurutnya, hal itu tentu akan beresiko tinggi terhadap lingkungan karena akses sanitasi dan perilaku sadar kesehatan yang rendah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved