DPUPR Kota Tegal Akan Usung Validasi Data Jalan-Jembatan Berbasis Sistem Informasi Geografi

Guna mewujudkan program Tegal Smart City, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal akan mengusung konsep Validasi

DPUPR Kota Tegal Akan Usung Validasi Data Jalan-Jembatan Berbasis Sistem Informasi Geografi
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
sosialisasi Proyek Perubahan, Kamis (26/7/2017), di ruang rapat kantor DPUPR, Jalan Proklamasi Tegal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Guna mewujudkan program Tegal Smart City, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal akan mengusung konsep Validasi Data Base Jalan-Jembatan berbasis sistem informasi geografi.

Hal itu diungkapkan Kabid Bina Marga pada DPUPR Kota Tegal, Setia Budi saat menggelar sosialisasi Proyek Perubahan, Kamis (26/7/2017), di ruang rapat kantor DPUPR, Jalan Proklamasi Tegal.

Setia mengatakan, berdasarkan data DPUPR, Kota Tegal memiliki 533 ruas jalan dengan panjang 231 KM.

Nantinya, data jumlah ruas jalan dan jembatan akan divalidasi menggunakan Sistem Informasi Geografi sehingga dapat menghasilkan data yang akurat.

"Sejauh ini, proses validasi sudah mencapai 50 persen data," kata Setia kepada Tribunjateng.com, di sela-sela acara sosialisasi.

Sementara itu, Kepala DPU PR Kota Tegal, Sugiyanto mengatakan proper tersebut sudah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari Bidang Bina Marga DPU PR Kota Tegal.

"Sebagai pimpinan sangat mendukung apa yang diambil Pak Budi. Sebab, apabila terwujud dapat mendukung program kerja Bidang Bina Marga", ujar Sugiyanto.

Sugiyanto berharap, masyarakat Kota Tegal, yang membutuhkan data, tidak perlu datang ke Tegal.

Sebab, data ruas jalan dapat diakses dimana saja dan kapanpun.

Selain itu, membantu tugas DPUPR yang kaitannya dengan inventarisasi aset.

Sementara itu, Sriyana selaku narasumber dari Universitas Diponegoro (Undip) mengungkapkan, smart city merupakan suatu konsep pengembangan dan pengolahan kota atau wilayah dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Hal itu bertujuan untuk mememonitor dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada, seperti sumber daya alam, manusia, sumber daya pemerintahan.

"Smart city menjadikan kinerja yang lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan tata kelola dan pelayanan kepada warga masyarakat dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan," pungkas Sriyana.(*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved