Breaking News:

Jemaah Haji

Polisi Intai Copet-copet yang Beraksi di Kerumuman Pengantar Jemaah Haji

Polres Banjarnegara akan mengerahkan 60 anggota berseragam yang berjaga di area sekitar kerumunan pengantar jemaah haji

Penulis: khoirul muzaki | Editor: iswidodo
tribunjateng/khoirul muzaki
Polres Banjarnegara akan mengerahkan 60 anggota berseragam yang berjaga di area sekitar kerumunan pengantar jemaah haji 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Polres Banjarnegara akan mengerahkan 60 anggota berseragam yang berjaga di area sekitar kerumunan warga yang mengantar dan menyaksikan keberangkatan calon jamaah haji Banjarnegara.

Langkah ini untuk mengantisipasi munculnya copet yang memanfaatkan momen pemberangkatan calon jamaah haji Banjarnegara di depan pintu gerbang pendapa Dipayudha.

Selain menerjunkan pasukan bersergam, Polres juga akan mengerahkan anggota berpakaian preman di tengah keramaian untuk mengantisipasi terjadinya tindak kriminal, terutama pencopetan yang dimungkinkan terjadi di tengah kerumunan warga yang ingin mengantar jemaah haji.

"Kami akan plot personel pasukan khusus untuk mengantisipasi keamanan saat pemberangkatan jemaah calon haji Banjarnegara tanggal 11 dan 12 Agustus nanti," ujar Kabag Ops Polres Banjarnegara Kompol Fauzan.

Pengerahan pasukan khusus dalam prosesi pemberangkatan jamaah haji ini bukan tanpa alasan. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, proses pemberangkatan jamaah haji diwarnai dengan sejumlah aksi pencopetan.

Tahun 2017 lalu misalnya, pihaknya menemukan sedikitnya 7 kasus pencopetan dengan korban pengantar jamaah haji serta warga yang menyaksikan pemberangkatan jamaah haji.

Terpisah, Sekretaris Daerah Banjarnegara Indarto mengimbau para jemaah calon haji dan pengantar, untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam menjaga barang-barang berharga.

Petugas diharapkan selalu memperingatkan para pengantar jemaah haji agar selalu waspada saat berada di kerumunan serta mengimbau mereka agar tidak membawa barang berharga atau uang berlebihan.

Kepadatan masyarakat yang mengantar jamaah haji menjadi sasaran empuk bagi para pencopet untuk melancarkan aksinya.

Dari pengalaman tahun lalu, menurut saksi mata, pencopet biasanya menyusup ke dalam kerumunan warga dan berpura-pura menjadi keluarga pengantar jamaah haji.

Gerak-geriknya yang ganjil sempat membuat keluarga jemaah curiga. Pencopet tersebut terus menerus menyusup masuk ke dalam kerumunan jemaah, seperti keluarga yang mengantar jamaah. Tak tahunya, dia mengincar dompet dan barang berharga bawaan para jamaah. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved