Melongok Ruang Difabel Semar Cakep di Kantor Kecamatan Semarang Barat

Kantor Kecamatan Semarang Barat menyediakan ruang khusus penyandang disabilitas yaitu Ruang Difabel Semar Cakep

Melongok Ruang Difabel Semar Cakep di Kantor Kecamatan Semarang Barat
tribunjateng/magang uin walisongo
Kantor Kecamatan Semarang Barat menyediakan ruang khusus untuk para penyandang disabilitas yang diberi nama Ruang Difabel Semar Cakep (Semarang Penyandang Cacat Kepedulian). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kantor Kecamatan Semarang Barat menyediakan ruang khusus untuk para penyandang disabilitas yang diberi nama Ruang Difabel Semar Cakep (Semarang Penyandang Cacat Kepedulian).

Berawal dari keluhan yang disampaikan para penyandang disabilitas yang kurang mendapatkan perhatian, akhirnya para pihak pemerintahan mengadakan Forum Discusstion Group (FGD).

FGD ini dihadiri komunitas difabel, penyandang cacat, lurah, dan komunitas yang peduli dengan kaum difabel.

Kantor Kecamatan Semarang Barat menyediakan ruang khusus untuk para penyandang disabilitas yang diberi nama Ruang Difabel Semar Cakep (Semarang Penyandang Cacat Kepedulian).
Kantor Kecamatan Semarang Barat menyediakan ruang khusus untuk para penyandang disabilitas yang diberi nama Ruang Difabel Semar Cakep (Semarang Penyandang Cacat Kepedulian). (tribunjateng/magang uin walisongo)

Di dalamnya membahas tentang keluhan para penyandang disabilitas yang kurang mendapatkan perhatian.

Akhirnya dari FGD ini menghasilkan ide untuk menfasilitasi para penyandang disabilitas dengan membuatkan Ruang Difabel Semar Cakep. Komunitas yang ada di Ruang Difabel Semar Cakep diberi nama Komunitas Difabel.

Program ini dirintis sejak bulan Mei lalu. Belum lama memang. Baru berjalan dua bulan.

Fasilitas ini diberikan kepada para difabel sebagai tempat sharing dan penyuluhan. Biasanya mereka bertukar informasi tentang lowongan pekerjaan untuk para difabel.

Agar mereka bisa mendapatkan pekerjaan yang cocok dengan keadaan fisik mereka yang kurang sempurna. Selain itu, mereka juga bisa menciptakan lowongan pekerjaan sendiri. Seperti pijat tuna netra untuk wilayah Semarang Barat dan Semarang Timur, membuat baju, membuat kaki dan tangan palsu, dan lain sebagainya. Untuk penyuluhan biasanya difasilitasi dari pihak kecamatan. Seperti penyuluhan tentang kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga memfasilitasi halaman parkir khusus dan tangga khusus untuk para difabel.

Parkiran yang khusus untuk para difabel itu bercat merah dan ada gambar orang sedang duduk di atas kursi roda. Pemerintah juga memfasilitasi kursus Bimtek atau kursus bahasa isyarat.

Halaman
12
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved