Pembangunan Pabrik Baja Rp 35,5 Triliun di Kendal, Bupati Mirna: Harus Serap Tenaga Lokal

Pembangunan Pabrik Baja Rp 35,5 Triliun di Kendal, Bupati Mirna: Harus Serap Tenaga Lokal. Rencananya akan dimulai Jumat (27/7)

Pembangunan Pabrik Baja Rp 35,5 Triliun di Kendal, Bupati Mirna: Harus Serap Tenaga Lokal
tribunjateng/deni setiawan
Pembangunan Pabrik Baja Rp 35,5 Triliun di Kendal, Bupati Mirna: Harus Serap Tenaga Lokal 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Bupati Kendal Mirna Annisa pastikan keberadaan Pabrik Baja yang akan berdiri di desa Pidodo Wetan, kecamatan Patebon tidak akan merusak lingkungan sekitar.

Bupati ke 44 kabupaten Kendal itu mengatakan peralatan dan mesin yang digunakan menggunakan teknologi yang canggih sehingga limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan

"Amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan) sudah dikantongi, bahkan dari kajian amdalnya dilakukan oleh akademisi dari Undip (Universitas Diponegoro), jadi Benar-benar aman," terangnya, jumat (27/7)

Menurutnya pabrik baja yang dibangun hampir sama seperti pabrik di Tiongkok yakni kawasan sekitar pabrik itu dibangun kawasan hijau sehingga nampak asri dan tidak mencemari lingkungan.

"Saya melihat pabriknya di negeri Tiongkok sana, limbahnya aman dan asapnya tidak hitam sama sekali. Bahkan pabriknya seperti di tengah hutan ," ujarnya

Mirna mengatakan wilayah yang akan dibangun Pabrik yang mempunyai nilai investasi sebesar 2,55 Miliar USD atau Rp 35,5 triliun ini nantinya akan menyerap tenaga kerja lokal untuk mengurangi angka pengangguran di kabupaten Kendal.

"Karena ini pabrik bentuknya kerjasama antara perusahaan swasta nasional dan internasional, kami membantu untuk memfasilitasi. Namun demikian kami berharap juga dapat menyerap 60% hingga 70% dari daya tampungnya 10 ribu pekerja," terangnya

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kendal, Prapto Utono mengatakan pemilihan Kabupaten Kendal menjadi lokasi pabrik tersebut dikarenakan lokasinya yang sangat strategis dan berdekatan dengan laut dan sungai.

"Karena proses pembuatan baja membutuhkan banyak air maka lokasi ini sangat tepat, dan juga nantinya juga akan dibangun pelabuhan untuk mempermudah proses pengiriman bahan baku" terangnya.

Menurutnya pihaknya pembangunan pabrik ini akan mendorong pembangunan di seluruh indonesia. Pasalnya besi dari pabrik ini dapat memenuhi kebutuhan besi di nasional. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved