Pengelola Rusunawa Seleksi Ulang Penghuni Untuk Diisi Warga Terdampak Normalisasi Sungai BKT  

Pemkot Semarang menyediakan rumah susun sewa (rusunawa) sebagai tempat relokasi warga penghuni bantaran Sungai Banjir Kanal Timur

Pengelola Rusunawa Seleksi Ulang Penghuni Untuk Diisi Warga Terdampak Normalisasi Sungai BKT   
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Petugas dari Dinas Perdagangan Kota Semarang membongkar bangunan di bantaran Sungai BKT. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemkot Semarang menyediakan rumah susun sewa (rusunawa) sebagai tempat relokasi warga penghuni bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) yang saat ini sedang dilakukan normalisasi. Hanya saja, dari rusunawa yang ada, semuanya telah terisi penuh.

Padahal, proses normalisasi masih berjalan dan relokasi warga juga terus dilakukan. Sehingga, banyak dari warga yang tinggal di bantaran Sungai BKT kebingungan akan tinggal di mana.

Kepala UPTD Rusunawa, Eko Sulistiyo, mengatakan, beberapa unit rusunawa yang dikelola Pemkot Semarang di antaranya Kaligawe, Karangroto, Karangroto Lama, Plamongsari, dan Kudu, telah terisi warga terdampak normalisasi Sungai BKT.

Sementara untuk Rusunawa Jrakah tidak bisa ditempati warga terdampak normalisasi BKT yang notabene adalah keluarga. Alasannya rusunaa Jrakah hanya diperuntukkan bagi pekerja yang masih lajang.

"Beberapa rusunawa telah penuh terisi warga relokasi dari Kelurahan Bugangan dan Mlatiharjo. Karena masih banyak yang belum dapat tempat, kami sampai saat ini terus operasi keliling dan menyeleksi ulang unit-unit kamar yang tidak ditempati maupun disewakan. Sehingga bisa dipakai untuk relokasi," kata Eko, Jumat (27/7/2018).

Unit kamar rusunawa diseleksi karena berdasarkan aturan penyewa yang terdaftar harus tinggal di rusunawa. Demikian juga rusunawa tidak boleh dipindahtangankan atau disewakan kembali kepada pihak ketiga.

"Selain itu, bila kosong atau tidak ditempati maka akan kami paksa penghuninya untuk pindah. Bahkan kami seringkali mengganti kunci kamar dengan yang baru,'' paparnya.

Eko menyadari adanya normalisasi Sungai BKT mengharuskanya untuk ikut menyukseskan dengan cara menyediakan tempat tinggal bagi warga yang direlokasi.

Hanya saja, keterbatasan unit rusunawa membuatnya kebingungan karena sudah tidak ada unit tersisa. Sementara di sisi lain, masih banyak warga belum kebagian tempat tinggal.

Halaman
123
Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved