Hingga Pertengahan 2018, Angka Demam Berdarah di Slawi 0 Persen
Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal terus berbenah untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayahnya
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muslimah
Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal terus berbenah untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayahnya.
Bahkan, atas capaiannya itu, kasus demam berdarah di Kecamatan Slawi sudah turun hingga nol persen pada pertengahan tahun 2018 ini.
Camat Slawi, Elliya mengatakan bahwa capaian itu berkat peran Puskemas yang maksimal untuk cepat tanggap melayani masyarakat.
“Ini merupakan kerjakeras kita bersama, untuk kasus demam berdarah bisa menempati angka 0 persen. Harapannya, untuk kasus kematian ibu dan bayi di Slawi juga harus menjadi perhatian kita bersama,” kata Elliya saat program 'Tilik Desa' beberapa waktu lalu, di balai kelurahan Kalisapu.
Terkait hal ini, Elliya menuturkan, Puskesmas Slawi akan dibantu RSUD dr. Soeselo, untuk menyukseskan program Lahir Olih Akte dan KK (LOAKK)
Puskemas Slawi sendiri sudah mengeluarkan 186 Akte dan KK baru lewat program LOAKK
Selain mensukseskan program LOAKK, Elliya juga telah memberi bantuan kepada masyarakat lewat program jambanisasi.
“Di tahun 2018 ini, kami sudah memberi bantuan sekitar 44 jamban bagi masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan tidak ditemukan kembali kasus jambanisasi di Slawi,” paparnya.
Tal hanya itu, Elliya juga mengatakan, ada sekitar 600 orang Program Keluarga Harapan (PKH) telah menerima bantuan sembako yang diselenggarakan di Kecamatan Slawi.
Elliya berharap dengan program Tilik Desa ini bisa menjadi suatu kegiatan yang mempunyai manfaat besar bagi masyarakat Kabupaten Tegal.
“Supaya masyarakat mengetahui apa yang sedang Pemerintah Daerah upayakan menuju masyarakat yang sejahtera,” lanjutnya. (*)