Liputan Khusus

ANALISIS: Masih Banyak Persoalan Soal Jembatan Timbang

Fungsinya adalah untuk menjamin keselamatan dan keamanan berlalulintas di jalan raya bagi angkutan barang itu sendiri

ANALISIS: Masih Banyak Persoalan Soal Jembatan Timbang
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Jembatan Timbang Subah Tutup Hingga Agustus Mendatang 

Oleh Rudatin Ruktiningsih

Pakar Transportasi Unika Soegijapranata Semarang

TRIBUNJATENG.COM - Jembatan timbang atau Unit Pelayanan Penimbangan Kendaraan Barang (UPPKB) adalah sarana penimbangan angkutan barang untuk mengetahui berat muatan yang dibawa.

Fungsinya adalah untuk menjamin keselamatan dan keamanan berlalulintas di jalan raya bagi angkutan barang itu sendiri maupun pengguna jalan lain, sertamelindungi jalan raya dari kerusakan jalan akibat muatan berlebih.

Mulai 1 Agustus, sebanyak 43 dari 131 jembatan timbang akan dioperasikan di seluruh indonesia dengan skema baru, yaitu melibatkan pihak swasta untuk ikut memantau.

Persoalan klasik jembatan timbang adalah muatan berlebih, yang dari dulu sampai sekarang belum terselesaikan.

Skema baru yang akan diterapkan saat ini adalah setiap angkutan barang yang 'obesitas' atau kelebihan muatan akan diturunkan muatannya, atau dilarang untuk melanjutkan perjalanan dan dikenai tilang untuk mengurangi pungli.

Tentunya hal itu merupakan hal positif dalam reformasi pengoperasian jembatan timbang. Tetapi, persoalan-persoalan lain yang muncul adalah sebanyak 43 jembatan timbang itu apakah sudah siap gudang untuk menampung muatan yang diturunkan sampai muatan diambil pemiliknya?

Seandainya tidak ada gudang, berarti angkutan barang dilarang meneruskan perjalanan/kembali ke asalnya dan tetap dikenai tilang.

Persoalan lain adalah jika ternyata muatannya adalah barang yang mudah busuk atau berumur pendek, begitu diturunkan dan disimpan di gudang harus dipikirkan masa simpannya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved