Breaking News:

Atasi Kemiskinan, Pemkab Purbalingga Akan Luncurkan Program Family to Family

Program ini berorientasi pada keluarga kaya membantu keluarga miskin, agar angka kemiskinan di Purbalingga bisa diturunkan.

Editor: m nur huda
Ist
Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi (empat dari kiri), saat membuka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2018 yang digabung dengan Hari Anak Nasional (HAN) di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (28/7/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, PURBALINGGA - Kemiskinan di Kabupaten Purbalingga yang menempati urutan ke empat se Jawa Tengah membuat Plt Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, akan meluncurkan program Family to Family.

Program ini berorientasi pada keluarga kaya membantu keluarga miskin, agar angka kemiskinan di Purbalingga bisa diturunkan.

“Selama ini program pengentasan kemiskinan yang digagas baik lewat APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional) ataupun APBD (Anggraan Pendapatan Belanja Daerah) belum maksimal,” katanya saat membuka peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2018 yang digabung dengan Hari Anak Nasional (HAN) di Pendopo Dipokusumo, Sabtu (28/7/2018).

Melalui siaran pers yang diterima Tribunjateng.com, Tiwi menambahkan, dari 117 ribu KK di Purbalingga yang masih di bawah kemiskinan, hanya 37 ribu yang mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

Melihat kondisi tersebut tentunya dibutuhkan campur tangan semua masyarakat, bukan hanya pemerintah saja dikarenakan dana pemerintah terbatas.

“Pada program Family to Family, saya bersama eselon 2 lainnya nantinya akan memberikan bantuan kepada keluarga miskin, agar keluarga tersebut bisa mendiri  dan lebih berdaya guna,” katanya.

Terkait dengan hari anak nasional, Tiwi juga menargetkan pada tahun 2019 Purbalingga bisa menjadi salah satu kabupaten yang layak anak.

Karena di Jawa Tengah sudah ada 29 kabupaten/ kota yang sudah menjadi kabupaten layak anak dan sisanya 6 kabupaten yang belum, termasuk Purbalingga.

“Untuk mendukung program tersebut saya akan membuat program tiap-tiap kecamatan minimal terdapat satu taman kota. Taman tersebut sebagai representatif ruang terbuka hijau. Kemudian Puskesmas ramah anak dan sekolahan ramah anak,” katanya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved