Bendungan Logung Kudus akan Mulai Diisi Air Oktober 2018

Bendungan Logung baru akan diisi air pada Oktober 2018 mendatang. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 84 persen.

Bendungan Logung Kudus akan Mulai Diisi Air Oktober 2018
TRIBUNJATENG/RIFQI GOZALI
Aktivitas pembangunan Bendungan Logung di Desa Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kudus, Selasa (31/7/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Bendungan Logung baru akan diisi air pada Oktober 2018 mendatang. Saat ini progres pembangunan sudah mencapai 84 persen.

Kepala Satuan Kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, Alexander Nandar mengatakan, progres pembangunan kali ini lebih cepat dari target yang seharusnya pada Desember 2018. Bangunan utama berupa pelimpah dan speelway dipastikan selesai September. Kemudian, mulai Oktober sudah bisa diisi air.

"Pembangunan saat ini kami percepat. Sebab, juga ada perintah dari pimpinan seperti itu," katanya usai kunjungan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, Selasa (31/7/2018).

Pengisian air itu, lanjut Nandar, akan ditunjang dengan musim penghujan yang mulai tiba pada November mendatang. Sebagaimana data terakhir yang dihimpun dari BMKG.

Meski sudah mulai diisi air, katanya, bukan berarti megaproyek strategis pemerintah pusat itu berhenti. Sebab masih ada penunjang lainnya misalnya akses jalan, rumah dinas, rumah jaga, pagar, dan fasilitas lainnya.

“Fasilitas penunjang itu tidak mengganggu bangunan utama bendungan Logung Kudus. Peresmiannya rencana Oktober atau November,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Kudus Musthofa mengatakan, pembangunan Bendungan Logung untuk mengantisipasi terjadinya banjir di Kudus. Selain itu juga untuk menampung air dan saluran irigasi bagi lahan pertanian.

“Setelah berfungsi nanti, lahan tidur semoga bisa hidup. Barangkali juga bisa menjadi objek wisata yang besar,” kata Musthofa.

Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, pihaknya selama proses pembangunan proyek bendungan telah ikut andil dalam pengamanan. Hal itu dinilai untuk menghindari hambatan yang sewaktu-waktu terjadi dan bisa menghambat pembangunan.

“Dari awal kami ikut mengawasi. Sampai saat ini berjalan lancar tidak ada kendala,” katanya. (*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved