Lawan Hoax Soal Bakso Daging Babi, Polsek Kalibagor Ngebakso Bareng
Akhir-akhir ini masyarakat Desa Pekaja Kecamatan Kalibagor diresahkan oleh aktivitas penjualan daging babi
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki
TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS -Akhir-akhir ini masyarakat Desa Pekaja Kecamatan Kalibagor diresahkan oleh aktivitas penjualan daging babi oleh JMN, warga setempat. Mereka memprotes keras sang pedagang dan menuntut agar dia menghentikan aktivitas bisnisnya.
Konflik itu berakhir dengan persetujuan JMN untuk menghentikan kegiatan dagangnya karena dianggap mengganggu kenyamanan masyarakat.
Namun informasi yang diterima publik terkait peristiwa itu justru menyimpang dari fakta. Kabar yang tersiar di media sosial menyebut adanya pedagang terciduk karena menjual bakso celeng, sehingga masyarakat diimbau hati-hati.
Kabar hoax itu tak ayal membuat pedagang bakso yang tak tahu menahu soal peredaran daging babi itu menderita dan rugi.
Hingga seorang pedagang bakso yang merasa dirugikan karena isu itu mengadukan nasibnya ke Polsek Kalibagor.
Membendung hoax di era keterbukaan informasi saat ini tentu saja sulit. Rendahnya kesadaran kritis masyarakat membuat penyebaran hoax cepat meluas hingga menimbulkan kekacauan sosial.
Polsek Kalibagor punya cara tersendiri untuk menekan peredaran hoax yang merugikan pedagang bakso itu.
Kapolsek Kalibagor AKP Agus Bowo Astoto bersama jajarannya melakukan aksi jajan bersama di warung bakso di dekat Palang Merah Indonesia (PMI) Sokaraja Banyumas, Selasa (31/7)
Tanpa pikir panjang, mereka langsung memesan bakso dan menyantapnya di warung itu dengan lahap.
"Karena isu hoax itu kasihan pedagang bakso. Ada yang sampai mengadu ke Polsek,"katanya, Selasa (31/7)
Aksi polisi makan bakso di warung itu tentu bukan sekadar iseng. Agus mengatakan, melalui aksi itu, pihaknya ingin membuktikan ke masyarakat bahwa bakso di tempat itu steril dari daging babi.
Melalui aksi ini, pihaknya ingin meluruskan informasi sekaligus membantah segala tudingan yang berkembang di media sosial terkait bakso daging babi.
Pihaknya ingin menandingi penyebaran hoax di tengah masyarakat dengan menyebarkan informasi yang benar atau klarifikasi.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat menerima informasi yang benar dan utuh.
Karena itu, ia berharap cara pelurusan informasi ini diviralkan agar masyarakat tak mudah terpancing berita palsu.
"Saya harap ini diviralkan, untuk menandingi hoax yang sudah menyebar," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/lawan-hoax-soal-bakso-daging-babi-polsek-kalibagor-jajan-bakso-bareng_20180731_220230.jpg)