PKL Barito di Karangtempel Akan Direlokasi Mulai Minggu Kedua Agustus

Diharapkan, seluruh bangunan PKL di Jalan Barito itu sudah rata tanah pada awal September mendatang sebagaimana target semula

PKL Barito di Karangtempel Akan Direlokasi Mulai Minggu Kedua Agustus
Tribunjateng.com/M Zaenal Arifin
Petugas Dinas Perdagangan Kota Semarang menggunakan alat berat melakukan pembongkaran bangunan PKL di Jalan Barito, Kelurahan Bugangan, Selasa (31/7/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Perdagangan Kota Semarang akan mulai merelokasi para pedagang kaki lima (PKL) di Kelurahan Karangtempel yang berada di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) pada minggu kedua Agustus mendatang.

Diharapkan, seluruh bangunan PKL di Jalan Barito itu sudah rata tanah pada awal September mendatang sebagaimana target semula.

"Mulai minggu depan kami lakukan sosialisasi kemudian minggu kedua harapannya sudah mulai kami relokasi ke Pasar Barito Baru di Penggaron," kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, di sela pembongkaran bangunan PKL di Kelurahan Mlatiharjo dan Bugangan, Selasa (31/7/2018).

Kelurahan Karangtempel merupakan kelurahan terakhir yang akan direlokasi seiring adanya normalisasi Sungai BKT. Di kelurahan tersebut, terdapat 530 PKL. Nantinya mereka menempati kios yang di sisi kanan Pasar Barito Baru.

"Jumlah PKL di Karangtempel awalnya 380 orang. Namun setelah kami lakukan pendataan ternyata jumlahnya menjadi 530 orang. Makanya kami butuh waktu dan akan lakukan sosialisasi lagi," ucapnya.

Sementara untuk relokasi sisa PKL di Kelurahan Mlatiharjo, Bugangan dan Rejosari, hingga kini belum selesai. Pembongkaran bangunan PKL yang ditargetkan selesai akhir Juli ini, masih menyisakan sekitar 35 PKL di tiga kelurahan tersebut.

Fajar mengatakan, melesetnya target pembongkaran bangunan dikarenakan para PKL teehasut oleh oknum yang mengatasnamakan partai. Padahal, proses relokasi dilakukan murni untuk kepentingan normalisasi Sungai BKT dan tidak ada muatan politis.

"Kami menyayangkan ulah oknum tersebut karena yang rugi nanti pedagang sendiri jika tidak mengambil jatah kios di tempat relokasi. Sementara oknum partai itu tidak akan bisa memberikan tempat pengganti," jelasnya.

Fajar mengungkapkan, puluhan bangunan PKL di Kelurahan Rejosari, Mlatiharjo dan Bugangan tidak langsung dibongkar dengan alasan agar tidak terjadi konflik sosial. Ia tetap memberikan kesempatan agar para PKL membongkar sendiri bangunannya.

"Kami pastikan PKL di Rejosari, Mlatiharjo dan Bugangan juga akan dibongkar semua Agustus besok. Karena targetnya seluruh PKL bersih dari bantaran BKT awal September," tegasnya.

Sementara pada pembongkaran yang dilakukan Selasa (31/7/2018), hanya terdiri dari 5 bangunan PKL di Bugangan, 5 bangunan di Rejosari dan 25 bangunan di Mlatiharjo.

Sementara itu, seorang PKL di Kelurahan Bugangan, Suwarto mengatakan, tidak menolak dipindahkan namun untuk sementara minta waktu untuk memindahkan barang dagangannya.

"Mau saya pindahkan langsung ke Pasar Klitikan (Pasar Barito Baru--red) tapi kios di sana belum jadi. Jadi bingung mau naruh barang di mana. Makanya minta waktu lagi," katanya.

Rencananya, ia akan meminjam tempat di rumah temannya di daerah Tlogosari untuk meletakkan sementara barangnya. Begitu kios di Pasar Barito Baru selesai, ia akan kembali memindahkannya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved