Walikota Hendi akan Lanjutkan Mitigasi Bencana di 16 Kecamatan
Serah terima hasil kegiatan Mitigasi Bencana Tahap Awal di Jl. Rowosari, Wonosari, Ngalian, Kota Semarang, Senin (30/7/2018).
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Serah terima hasil kegiatan Mitigasi Bencana Tahap Awal di Jl. Rowosari, Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang, berlangsung meriah, Senin (30/7/2018).
Beberapa stand pameran produk lokal juga turut memeriahkan suasana. Antara lain tas rajut, tas dari bekas plastik minuman, tikar yang terbuat dari bekas plastik minuman, dan lain sebagainya.
Selain produk, juga ada makanan dan minuman yang bahannya dari kebun warga sendiri. Seperti: blicik (ganyong), klepon, gethuk, bir plethok, temulawak, kunyit asem, dan es kuwut yang dibuat sendiri. Tentu saja, bahan-bahannya sebagian besar berasal dari kebun warga sendiri.
Acara diawali dengan simulasi menghadapi bencana banjir. Simulasi ini dilakonkan oleh para anggota Siaga Bencana Berbasis Masyarakat agar warga bisa mengetahui cara ketika menghadapi bencana banjir. Warga yang menyaksikan simulasi begitu antusias terbawa suasana. Ada yang mengira kalau orang yang memerankan korban benar-benar kesakitan. Padahal itu cuma bohongan. Alias lagi simulasi saja.
Tidak hanya warga Wonosari saja yang ikut serta dalam acara Serah Terima Hasil Kegiatan Mitigasi Bencana Tahap Awal itu. Acara itu juga dihadiri Walikota Semarang, PMI Pusat, American Red Cross, Basarnas, Kepala Desa, Ketua RW, dan Ketua RT. Bahkan pelajar SD pun juga turut mengikuti acara itu.
Dalam acara serah terima itu, Walikota Semarang Hendrar Prihadi (Hendi) turut hadir memberikan sambutan.
Hendi menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan kegiatan Mitigasi Bencana program dari American Red Cross. Pengembangan itu tidak hanya pada tiga kelurahan saja. Namun akan melanjutkannya ke 15 kelurahan di Kota Semarang.
“Saya siap melanjutkan program American Red Cross di 15 titik kelurahan yang ada di Kota Semarang” katanya.
Merry Turnip sebagai Program Coordinator American Red Cross menerangkan bahwa Kota Semarang menjadi salah satu kota pilihan American Red Cross untuk menjalin kerja sama karena, Semarang merupakan salah satu kota yang tangguh.
Dalam artian Kota Semarang sudah memiliki insiatif untuk menjadi Kota Tangguh. Selain itu, Kota Semarang juga sudah memiliki program Resilience Cities. Program itu sama dengan program yang ada di American Red Cross. “Semarang itu sudah memiliki inisiatif untuk menjadi Kota Tangguh. Selain itu Kota Semarang juga memiliki program Resilience Cities yang sama dengan American Red Cross” katanya.
Selain acara Serah Terima Hasil Kegiatan Mitigasi Bencana Tahap Awal, di dalamnya juga diselingi untuk launching alat pendeteksi banjir yaitu Early Warning System (EWS) Banjir. EWS Banjir ialah alat pemberitahuan informasi bencana banjir sedini mungkin di daerah tersebut. Jika alat itu mengeluarkan bunyi seperti sirine, tandanya akan datang bencana banjir. Dengan adanya alat itu, diharapkan warga dapat siap siaga dalam mengantisipasi bencana banjir. (tribunjateng/magang UIN/Naeli Hidayah dan Ulfaturrohmah).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/walikota-hendi-akan-lanjutkan-mitigasi-bencana-di-16-kecamatan_20180731_233159.jpg)